oleh

Hari Pertama Beroprasi, KMP Swarna Bahtera Tolak 8 Penumpang

-Ekonomi-226 views

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Gubernur NTB bersama dengan Dirut ASDPR Fery Indonesia dan Bupati Sumbawa melepas Layar Perdana Long Distance Fery KMP Swarna Bahtera rute Pelabuhan Badas Sumbawa – Tanjung Perak Surabaya, Minggu (29/09) kemarin. Hari itu juga sekitar jam 16.00 wita dilakukan layar perdana mengangkut penumpang dari Pelakuhan Badas menuju Tanjung Perak Surabaya.

Pada pelayaran perdananya, kapal besar dengan jarak tempuh 25 hingga 27 jam rute Sumbawa Surabawa itu, terisi full muatannya seperti 9 truk besar (TB) atau puso, 17 truk sedang (TS) dan 10 kendaraan kecil (KK) atau mobil pribadi.

Berdasarkan pengawasan dari Kantor Kesahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Badas, animo masyaramat terhadap pelayaran perdana long distancefery KMP Swarna Bahtera lintas Badas Surabaya sangat tinggi.
Dimana, pada pelayaran perdananya telah menolak sebanyak delapan penumpang yakni Truk Besar (TB), sebab kapasitas maksimum kapal telah terpenuhi.

Baca juga:  Sumbawa Akan Bangun Sentra Pengolahan Daging dan Rumput Laut
IMG 20191001 34934 Kabar Sumbawa
Kepala KSOP Badas Khairil Anwar

“Kapal berangkat sekitar pukul 16.00 Wita tersebut, terisi full. Muatannya seperti 9 truk besar (TB) atau puso, 17 truk sedang (TS) dan 10 kendaraan kecil (KK) atau mobil pribadi. Namun terdapat 8 truk besar terpaksa ditolak, karena kapasitas kapal. Sudah penuh,” kata Kepala KSOP Badas Khairil Anwar, Senin (30/09/2019) kemarin di ruang kerjanya.

Disisi lain kata dia, dengan broprasinya kapal jarak jauh KPM Swarna Bahtera menambah daftar panjang antrtian kapal di Pelabuhan Badas, dimana sebelumnya juga antrian kapal di Pelabuhan Badas sudah cukup panjang.

“sebelum kapal ini masuk, kita sudah antrian disini, ditambah lagi dengan masuknya kapal ini,” katanya.

Baca juga:  PEPEHANI Minta Quota Pengiriman Hewan Ke Luar Sumbawa Ditambah

Menurutnya, ada dua hal yenag perlu ditingkatkan untuk mengurai antrian yang terlalu panjang di Kolam antrian Pelabuhan Badas yakni pertama menampan fasilitas derma, kedua melakukan pengerukan kolan antrian di sebelah utara pelabuhan sehingga derma yang ada di selebah utara juga bisa digunakan untuk sandaran kapal. Peningkatan kedua hal tersebut diperkirakan membutuhkan biaya hingga ratusan miliar rupiah.

Meski demikina tambahnya, dengan adanya pelayaran langsung dari Sumbawa Surabaya (PP) diperkirakan kedepan dapat mengembangkan perekonomian dan pembangunan di Kabupaten Sumbawa. (KS/aly)

Komentar