by

Puluhan Hektar Tanaman Padi Di Sumbawa Terancam Gagal Panen

-Ekonomi-74 views

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Sejak bulai Mei wilayah Sumbawa dan sekitarnya telah dilanda musim kemarau. Akibatnya puluhan hektar tanaman padi mengalami kekering dan terancam gagal panen.

Adapun lokasi yang dimaksud yakni berada di Desa Marente Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa. Seluas 45 hetrak sawah yang telah ditanami padi mengalami kekeringan dan diperkirakan puso atau gagal panen.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Ir. Talifuddin, mengatakan, berdasarkan laporan petugasnya yang ada di lapangan, baru di Kecamatan alas yang melangami kekeringan, yakni di Desa Marente.

“Berdasarkan petugas yang ada lapangan, baru ada satu kecamatan yang mengalami kekeringan itupun diluar daerah irigasi yakni kecamatan alas barat Desa Marente sudah terkena kekeringan, masih dalam kategori ringan seluas 45 hektar hanya di daerah itu,” terangnya, Jum’at (28/06/2019) di Sumbawa.

Baca juga:  Budidaya Bawang Merah Asal Biji Botani Atasi Permasalahan Benih di Papua

“Itu sudah di tanam padi, sejak di tanam sudah tidak pernah hujan lagi, berdasarkan pengalaman tahun lalu bulan Mei Juni masih ada hujan, sekarang sudah tidak ada hujan, sehingga yang di tanam seluas 45 hektar itu untuk kedepannya bisa jadi puso atau gagal panen. Karena tidak ada sumber air,” sambungnya.

Terhadap hal tersebut, pihaknya telah menghimbau kepada masyarakat setempat untuk menganti padi dengan tanaman lain yang tidak terlalu banyak membutuhkan air, seprti kacang hijau.

Ia menambahkan, selain di wilayah Alas, terdapat sejumlah wilayah yang juga berpotensi mengalami kekeringan bahkan sudah menjadi langganan setiap musim kemarau. Yakni Kecamatan Moyo Utara, Moyo Hilir dan Lape. Untuk mengantisipasinya, pihaknya telah menyiapkan pompanisasi untuk membatu menyalurkan air jika wilayah tersebut mengalami kekeringan.

Baca juga:  Masyarakat Diminta Segera Beradaptasi dengan Gas LPG

“itu langganan, dan ketiga kecamatan itu indikasi kekeringannya sudah ada. Antisipasi yang dilakukan oleh dinas pertanian menyiapkan pompanisi seandainya mengalami kekeringan, kerena ini daerah yang sering mengalami kekeringan,” pungkasnya. (KS/aly)