oleh

Sempat Menurun, Produksi Rumput Laut KSB Ditargetkan Bangkit

Sumbawa Barat, Kabar Sumbawa – Produksi Rumput Laut Kabupaten Sumbawa Barat pada tahun lalu yang sempat menurun, menjadi perhatian serius Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumbawa Barat. Nah, pada tahun 2018 ini, DKP KSB menargetkan peningkatan produksi dan menjadi Pemasok Nasional.

Kepala Seksi Produksi Usaha Budidaya, Ahlul Afwan S. Pi kepada media, Senin (26/3) pagi tadi mengungkapkan, lahan yang sudah dimanfaatkan untuk budidaya rumput laut oleh warga pesisir mencapai 400. Dimana luas tersebut, terbagi di tiga titik kawasan minapolitan yaitu wilayah Labuan Kertasari, Desa Kertasari dan dua wilayah penyangga yaitu Desa Sagena dan Labu Beru, Desa Kokarlian.

iklan kampanye

“Potensi yang belum terjamah kurang lebih 1.550 ha. Itu terbentang dari Kecamatan Sekongkang hingga Kecamatan Poto Tano,” Ungkapnya.

Baca juga:  Penyertaan Modal Perusda Bukan Untuk Bayar Hutang

Dibeberkannya, untuk wilayah Desa Kertasari, per/satu kali panen sebanyak 50-60 ton dengan per/tahun 5-6 kali panen. Sedangkan wilayah Desa Sagena dan Labu Beru, Desa Kokarlian dengan target per/satu kali panen mencapai 5-10 ton.

Demi mencapai target tersebut, DKP mengalokasikan pengadaan bibit rumput sebanyak 28 ton untuk 32 kelompok petani rumput laut di Desa Kertasari melalui belanja APBD Murni 2018.

“Diupayakan pada pembahasan APBD-Perubahan 2018 soal pengadaan bibit untuk Sagena dan Labu Beru.,” ungkapnya.

Komoditi ini, lanjut Afwan, selain soal pasokan yang meningkat, juga tengah menjadi primadona bagi konsumen Nasional. Ini yang menyebabkan harganya melambung cukup significant.
Contohnya di Denpasar, harga rumput laut kering bisa mencapai Rp 35.000,- perkilogram. Kalau jenis Rumput laut nori super di kebanyakan daerah, harganya bisa mencapai Rp 500.000,- perkilogram.

Baca juga:  Rangga TAXI Telantarkan Calon Penumpang

Mengenai produksi tahun 2017, ia mengungkapkan produksi rumput KSB sempat mengalami penurunan produksi lantaran cuaca ekstrem.

“Karena hal itu,rumput laut petani banyak yang rontok dan rusak. Dan Kondisi ini tidak hanya terjadi di KSB, tetapi di wilayah lain juga,” pungkasnya.(KS/yud)