Sumbawa Stop Sementara Pengiriman Hewan ke Pulau Lombok

Sumbawa Stop Sementara Pengiriman Hewan ke Pulau Lombok
Kepala Disnakeswan H. Junaidi didampingi Kepala Bidang Kesehatan Hewan drh. Rini Handayani

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Pengiriman hewan ternak dari Kabupaten Sumbawa ke Pulau Lombok dihentikan sementara. Menyusul adanya hewan ternak di Pulau Lombok dicurigai tertular Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang kini telah tersebar di beberapa provinsi di Indonesia.

Sebagaimana disampaikan oleh Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Sumbawa, H. Junaidi, bahawa provinsi NTB khususnya Pulau Lombok dikatakan tertular karena terdapat beberapa ternak yang dicurigai lantaran gejalah yang dialami mengarah kepada PMK, namun harus dibuktikan dengan pemerikasaan sampel di laboratorium.

Baca juga:  Pemkab Sumbawa Berikhtiar Wujudkan APBD Berkualitas untuk Kesejahteraan Rakyat

“Jadi sampel sudah diambil menurut kepala bidang keswan Provinsi NTB sudah dikirim ke BPVet dan Bogor,” ungkapnya.

Atas dasar itu lanjutnya, untuk sementara daerah tertular masih diperlakukan sama dengan daerah yang positif yakni lalu lintas ternak dan bahan asal ternak hewan berkuku genap seperti sapi, kerbau, kambing, domba, untuk sementara bahan ternak dan bahan asal ternak ditutup sementara.

“Jadi keluar masuknya ternak dan bahan asal ternak yang berkuku genap distop sementara. Yang Pulau Sumbawa ke Pulau Lombok. Kalau Pulau Sumbawa ke Pulau lain yang tidak terjangkit bisa,” jelasnya.

Baca juga:  Terkait Pernyataan Ahok, Lima Organisasi Islam NTB Bersikap

Untuk saat ini tambahnya, Kabupaten Sumbawa masih bebas PMK. Meski demikian, pihaknya tetap waspada agar penyakit tersebut tidak masuk. Ia berharap, bagi masyarakat yang menumukan gejalan PMK pada ternaknya segera melaporkan kepada petugas peternakan setempat.

“Alhamdulillah kiat masih bebas, sehingga kemarin dan hari ini saya ketemu dengan teman teman medik peteriner untuk siaga 24 jam memeriksa, mengambil tindakan jika ada laporan ternak yang sakit dari masyarakat dan segera melaporkan sedini mungkin,” pungkasnya. (KS/aly)

Leave a Reply

Your email address will not be published.