Kejar Target Vaksinasi, Dikes Sumbawa Coklit Data Sasaran

Kejar Target Vaksinasi, Dikes Sumbawa Coklit Data Sasaran
H. Sarip Hidayat, S.Km., M.Ph

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Pemerintah Daerah Sumbawa melalui Dinas Kesehatan (Dikes) terus melakukan upaya percepatan vaskinasi covid-19 dosis pertama dan ke dua. Hal ini dilakukan selain membentuk hard imunita, juga untuk memenuhi persyaratan pelaksanaan MXGP Juni mendatang di Kawasan Samota.

Kepala Dikes Kabupaten Sumbawa melalui Kabid P3PL, H. Sarip Hidayat, S.Km., M.Ph., mengatakan, capaian vaksinasi yang ditargetkan dalam rangka pelaksanaan MXGP yakni 100 persen dosis pertama dan 80 persen dosis ke dua. Saat ini ungkapnya, vaksin dosis satu sudah mencapai 92,78 persen dan dosis dua 74,28 persen.

Disebutkannya,  berdasarkan data yang ada, jumlah penduduk Sumbawa mencapai 519.061 jiwa. Sedangkan yang sudah tervaksin baru 358.527. Artinya, masih banyak yang belum tervaksin. Tetapi yang masuk dalam target sasaran adalah masyarakat yang usianya mulai dari  6 tahun ke atas.

Baca juga:  Gubernur dan Wagub NTB Dialog dengan Pelaku Pariwsata di NTB

“Sampai tanggal 31 Maret capaian itu target kita Sumbawa harus sudah mencapai 100 persen dosis satu dan 80 persen untuk dosis dua. Tentunya kita kan sudah ada strategi perhitungan-perhitungan untuk capaian perhari. Tetap harus optimis sebelum waktunya,” jelasnya kepada wartawan, Rabu (16/03/2022) di ruang kerjanya.

Menerutnya, saat ini pelaksanaan vaksinasi di lapangan itu sedikit kesulitan untuk penemuan sasaran untuk pelaksanaan dosis satu. Strateginya yakni melakukan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) data masyarakat yang sudah divaksin dan belum divaksin.

“Dengan cara kami dari Dinas Kesehatan menyerahkan ke masing-masing kecamatan by name by addres data orang yang sudah divaksin yang tertera di aplikasi Pcare atau KPCPEN. Kemudian nanti di kecamatan akan mencocokkan dan disandingkan dengan data yang ada di kecamatan, dan nanti akan terlihat mana masyarakat yang sudah dan belum divaksin. Dari situ nanti akan lebih mudah mendapatkan sasaran vaksinasinya. Coklit istilahnya pencocokan dan penelitian,” ungkapnya.

Baca juga:  Pentingnya Koordinasi Dalam Pengelolaan ADD

Terkait vaksin dosis tiga atau booster, diakuinya, saat ini progresnya masih rendah baru mencapai 8,62 persen. Meskipun demikian, petugas di lapangan terus berupaya mengejar capaian dan prosesnya sedang berjalan.

“Untuk dosis tiga, memang sedang berjalan. Kemarin kebijakan pemerintah itu bahwa interval dari dosis dua ke dosis tiga itu kan enam bulan. Baru keluar kebijakan di akhir bulan Februari kemarin bahwa pemberian dosis dua ke dosis tiga itu kan bisa tiga bulan. Saat ini teman-teman di lapangan sedang mengejar untuk dosis tiganya,” pungkasnya. (KS/aly*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.