oleh

Peti Jenazah Pasien Covid-19 Dibakar, Ini Penjelasan Kapolsek Moyo Hulu

-Hukum & Kriminal-3.679 views

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Kapolsek Moyo Hulu, AKP Satrio, SH., mengklarifikasi terkait peti jenazah pasien covid-19 yang dibakar di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Pernek, Kecamatan Moyo Hulu, Selasa (24/08/2021).

Kapolsek menjelaskan, sebelumnya, sekitar pukul 10.00 wita pihaknya mendapatkan informasi adanya pemakaman pasien covid-19 di TPU Desa Pernek tanpa menggunakan protokol kesehatan. Atas infomasi tersebut lanjutnya, pihaknya bersama dengan Kormail dan Satgas Kecamatan Moyo Hulu mendatangi lokasi.

“Tadi kita dapat informasi bahwa ada pemakaman di sana adanya penolakan pemakaman jenazah dengan protoko covid, sehingga kami ke sana,” ungkapnya.

Setibanya di lakasi lanjut mantan Kasat Intelkam Polres Sumbawa ini, proses pemakaman telah selesai. Ditemukan, peti jenazah pasien tidak digunakan. Jenazah dimakamkan tidak menggunakan peti.

Baca juga:  Pekerja Migran Asal Sumbawa Meninggal di Brunei

“Saat kami ke sana, prosesnya sudah selesai. Memang kita tidak ketemu dengan Satgas Kabupaten di lokasi, petugas yang mengantar jenazah juga kami tidak bertemu. Kita kesana sama Satgas Kecamatan, Koramil, ternyata sudah dilaksanakan pemakaman. Kami tanya apa alasannya tidak menggunakan peti, mereka jawab karena liang lahat tidak sesuai dengan peti, lebarnya tidak cocok dengan peti,” jelasnya.

Kerena peti dibiarkan begitu saja di lokasi, dirinya berinisiatif agar peti serta Alat Pelindung Diri (APD) yang digunakan oleh pihak keluaga untuk memakamkan janazah, munusnahkan.

“Inisiatif saya tadi, APD dengan petinya musnahkan, dibakar daripada dibiarkan begitu saja di kuburan karena tidak digunakan,” ungkapnya.

Baca juga:  2019, Puluhan Kasus Asusila Terhadap Anak Dibawah Umur Dilaporkan

Terhadap peristiwa ini, pihaknya telah menghimbau kepada keluarga pasien termasuk empat orang yang mengantarkan jenazah ke dalam liang lahat wajib mensterilkan diri sebelum pulang ke rumah masing-masing.

“Sudah saya berikan himbauan kepada keluarga, sebenarnya harus ada koordinasi kalau memang tidak cocok, kalau ada petugas enak kita kasih lebar lagi. Jadi saya sampaikan mereka wajib cuci tangan dan sebagainya setelah pemakaman,” tandasnya.

Apakah mereka yang melakukan pemakaman diminta untuj isolasi atau tidak?

“Nanti saya koordinasikan sama kepala Desa. Nanti saya koordinasikan lagi. Situasi rumah juga terpantau duka sepi,” pungkasnya.

Komentar