oleh

Pemdes Sapugara Bree, Apresiasi Festival Ramadhan Ikatan Remaja Masjid Dusun Bree

Sumbawa Barat, KabarSumbawa.com – Ramadhan adalah bulan penuh keutamaan diantara Bulan – Bulan yang lain , Ramadhan bulan untuk melatih kesabaran, bulan untuk mengejar ampunan Allah SWT dan masih banyak lagi keutamaan bulan suci ini yang rugi untuk dilewatkan begitu saja oleh kaum muslimin.

Tidak heran bila berbagai kegiatan Kegiatan Positif yang dilakukan oleh Para kaula Muda ramai digelar di bulan ini. Sebut saja kaula muda dari Masyarakat Desa Sapugara Bree Kecamatan Brang Rea, juga tidak ketinggalan ikut memeriahkan bulan ramadhan ini. Ikatan Remaja Masjid Dusun Bree Desa Sapaugara Bree yang telah ditetapkan sebagai desa santri itu, menggelar kegiatan ‘Festival Ramadhan di Desa Santri tersebut yang diisi dengan berbagai kegiatan lomba bekerjasama dengan Pemerintah Desa setempat.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi pada Selasa Malam, (26/4) yang dihadiri oleh ratusan masyarakat serta, Ikatan Dai Indonesia Kabupaten Sumbawa Barat . Ratusan anak dan remaja terlihat sangat antusias mengikuti berbagai jenis lomba yang diselenggarakan.

Kegiatan ini sebagai upaya untuk membentuk karakter manusia yang berakhlaqul qorimah , memperkuat ukhwah islamiyah dan membentuk mental generasi muda dalam menyongsong perkembangan zaman tentu dengan Tema Meningkatkan Karakter Islami yang Berakhlak, Aktif dan Kreatif dalam menghadapi perkembangan Revolusi 4.0 di tengah Wabah Covid 19.

” Kami sengaja mengangkat tema itu karna zaman sekarang kita hadapkan untuk mampu menghadapi Perkembangan di era digitalisasi yang tentu kita saat ini bangsa kita dilanda musibah Covid 19 dapat mampu generasi muda untuk memaknai perkembangan Revolusi itu dengan baik ” ungkap Ketua Panitia Febri Kurniawan

Baca juga:  Aksi Terekam CCTV, Pencuri HP Diringkus Tim Puma

Selain itu, kata Febri sapaan akrabnya kegiatan tersebut merupakan upaya mensyiarkan agama dan mempererat silaturahmi antar masyarakat ditengah wabah Covid 19 kita mampu melawan dengan tetap mematuhi Protokol Kesehatan Covid 19

“Wabah Covid 19 mengajarkan kita untuk selalu membangun Ukhwah Islamiyah dalam peradaban umat yang telah terkikis oleh perubahan zaman. Maka peran pemuda sangat dibituhkan dalam merubah paradigma tatanan bermasayarakat khusunya di kalangan remaja dan anak_ anak usia sekolah,” tandasnya.

Adapun Lomba yang yang dilaksanakan diantaranya Lomba Hafalan ayat-ayat Pendek, Lomba Azan , Lomba Puisi Islami dan Banyak Lomba lain yang diikuti sekitar 70 Peserta

“Alhamdulilah Peserta yang sudah mendaftar sekitar 70 orang yang nanti akan berlomba sesuai dengan Mata lomba yang diinginkan peserta ” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sapugara Bree, Andi Subandi, mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Ikatan Remaja Masjid Dusun Bree, Desa Sapugara Bree sebagai upaya menumbuh kembangan semangat remaja dan anak-anak untuk terus bisa belajar dan berbenah menyongsong perubahan zaman dan memeperkuat jati diri sebagai generasi Islam yang cerdas dan berahlaqulkarimah di tengah kita dilanda Wabah Covid 19 ini.

“Kalau kita tidak mulai dari sekarang kita akan ketinggalan dalam segala bidang, khususnya di bidang Keagaaman. Maka pembentukan mental anak – anak adalah solusi yang terbaik dalam membangun karakter islami anak- anak sehingga dapat terhindar dari segala macam penyakit masyarakat misalnya Narkoba dan lainnya ” katanya.

Baca juga:  Beberapa Bulan Terakhir, 10 Kilogram Ganja Beredar di NTB

Lebih lanjut Andi, sapaan akrabnya , Pemuda adalah garda terdepan dalam membangun Desa, maka peran pemuda itu sangat penting dalam merubah umat, sehingga sangat perlu kegiatan seperti ini di selenggarakan setiap tahun. Dan insyaAllah kami akan tetap mendukung, selama kegiatan itu Positif kami pasi dukung ” tandasnya.

Kades muda yang telah mencetak berbagai prestasi itu menyatakan, dengan ditetapkannya Desa Sapugara Bree sebagai Desa Santri oleh Pemerintah Daerah, maka seluruh komponen masyarakat dan pemerintah desa bertanggungjawab dalam mengamalkan dan menjaga nilai-nilai islami untuk diterapkan di tengah masyarakat terutama pada generasi muda.

“Nilai – nilai Islami harus tetap dipertahankan dan ditanamkan sejak dini kepada anak dan generasi muda. Ini penting karena pengaruh globalisasi yang begitu dahsyat saat ini bisa menimbulkan keterpurukan generasi jika mereka tidak dibentengi dengan nilai-nilai dan pengetahuan agama yang kuat,” ujarnya, sembari menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pemuda DSB, dalam berkarya dan berkonribusi untuk pembangunan masyarakat yang berkarakter islami , aktif dan Kreatif dalam menghadapi perkembangan Revolusi Digitalisasi 4.0 di tengah Wabah Covid 19

“wabah Covid 19 ini mengajarkan kita untuk terus berkreatifitas dan berinovasi dalam membangun masyarakat yang islami sesuai dengan tuntutan Zaman di Era Revolusi 4.0, maka peran generasi muda untuk menangkal berita- berita Hoaks juga sangat penting agar bisa terciptanya suasana tentaram dan damai masyarakat dlam menjalankan ibadah Puasa Ramadhan. ” tutupnya.(KS/iyud)

Komentar