oleh

Tingkat Efektivitas Pencucian terhadap Kontaminasi Mikroorganisme pada Alat Makan

-Opini-105 views

NASKAH ILMIAH
Tema: Pengambilan Sampel Mikrobiologi pada Alat Makan

Oleh : Nur’inayah Magfirah, NIM -1811304009, Mahasiswa Teknologi Laboratorium Medis, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta || Kelompok 25 – Dosen Pembimbing : Mochammad Reza Desianto, S.TR.AK.

Makanan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam hidup suatu makhluk hidup, karena makanan berfungsi sebagai sumber tenaga dan energi pada tubuh, pembangun jaringan-jaringan tubuh yang baru, sumber penganti sel-sel yang tua, memelihara proses tubuh dalam perkembangan dan pertumbuhan serta sebagai pengatur juga pelindung tubuh terhadap adanya suatu penyakit (Notoatmodjo, 1997). Selain harus mengandung nilai gizi yang cukup, makanan juga harus bebas dari segala bentuk pencemaran misal seperti mikroorganisme patogen yang dapat menyebabkan terjadinya penularan penyakit apabila tidak di tangani secara higienis. Sanitasi suatu makanan meliputi pengamanan bahan makan, penyimpanann pengolahan, pengangkutan, penyimpanan serta penyajian makanan seperti penggunaan alat makan (Samosir, 2011).

Berdasarkan data yang diperoleh dari penelitian WHO (World Health Organization) pada tahun 2005 disebutkan bahwa sebesar 1,8 juta orang dilaporkan meninggal akibat penyakit diare atau lebih dari 60% penyakit bawaan makanan atau foodborn disease yang disebabkan oleh buruknya kemampuan dalam pengolahan makanan. Pada proses pengolahan hingga penyajian makanan, mikroorganisme sangat mungkin untuk ditemukan dan memiliki kemampuan dalam memperbanyak diri sampai dengan dosis yang efektif sehingga dapat menyebabkan penyakit menular (Sulistyani, 2002). Penularan penyakit dapat terjadi secara langsung dan tidak langsung. Kunci kebersihan dalam pengolahan makanan yang aman dan sehat adalah kerbersihan perorangan atau hygine perorangan seperti pencucian tangan, pencucian alat yang benar, kebersihan diri dan kesehatan diri (Purnawijayanti, 2001).

Baca juga:  Pilkada Serentak di Tengah Pandemi Covid-19

Faktor peralatan seperti alat makan merupakan salah satu faktor yang memegang peran penting dalam penularan penyakit, sebab alat makan yang tidak bersih dan mengandung mikroorganisme dapat menularkan penyakit melalui makanan, sehingga proses pencucian alat makan dengan penerapan metode pencucian yang tepat sangat penting dalam upaya penuruanan jumlah angka kuman terutama pada alat makan. Teknik pencucian merupakan faktor yang mempengaruhi bilangan bakteri atau mikroorganisme pada peralatan makan, teknik pencucian yang salah dapat meningkatkan resiko tercemarnya makanan oleh bakteri atau mikrooganisme. Akibatnya tubuh tidak memiliki daya tahan tubuh yang cukup dan dapat menyebabkan keracunan (Campell, 2005).

Menurut Kemenkes 2009, teknik pencucian piring yang benar harus melalui beberapa tahap yaitu pemisahan kotoran atau sisa makan dari peralatan makan, perendaman, pencucian, pembilasan dengan air bersih dan mengalir, perendaman dengan air kaporit, penirisan, perendaman dengan air panas 82-100ºC, dan pengeringan. Teknik pencucian yang benar akan memberikan hasil akhir pencucian yang sehat dan aman. Cara Pengambilan sampel mikrobiologi pada alat makan dapat dilakukan dengan cara :

1. Pada gelas dengan usapan mengelilingi bidang permukaan.

2. Pada sendok dan garpu usapan pada seluruh permukaan luar dan dalam.

3. Pada piring dengan dua usapan pada permukaan tempat makanan dengan menyilang siku-siku antara usapan yang satu dengan garis usapan kedua.

Baca juga:  Pendidikan Berkualitas Solusi Membangun Negeri

4. Setiap bidang permukaan yang diusap dilakukan 3x berturut-turut, dan 1 lidi kapas digunakan untuk satu kelompok alat makan yang diperiksa.

5. Setiap hasil mengusap satu alat makan dari satu kelompok dimasukkan ke dalam botol cairan diputar-putar dan ditekan ke dinding, kemudian dilakukan berulang-ulang sampai semua kelompok diambil usapanya.

6. Setelah semua kelompok alat makan atau luas permukaan peralatan makan diusap, kapas lidi dimasukkan ke dalam botol, lidinya dipatahkan atau digunting, dan bibir botol dipanaskan dengan api spiritus baru ditutup dengan kapas.

7. Sampel diberi label yang ditempelkan dengan sellotip, label tersebut berisi keterangan tentang: nama alat, tempat pengambilan dan diberi kode.

8. Kirim segera ke laboratorium dengan suhu dingin untuk diperiksa.

Peralatan yang kontak langsung dengan makanan yang siap disajikan sesudah pencucian tidak boleh mengandung angka kuman atau 0 koloni/cm². Persyaratan peralatan makanan tidak boleh mengandung E. coli dan bakteri lebih dari 100 koloni/cm2 pada permukaan alat makan. Kebersihan alat makan haruslah selalu terjaga saat digunakan. Alat makan yang terlihat bersih belum terntu bebas akan kontaminasi mikroorganisme misal seperti E. coli yang terdapat pada makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh manusia sehingga dapat menyebabkan terjadinya penyakit seperti disentri, gastroenteritis, diare, dan berbagai penyakit saluran pencernaan yang lain (Nurwantoro et al., 1997). Jadi, marilah kita jaga kebersihan alat makan yang akan kita gunakan.

Komentar