oleh

Pembelian Gabah Oleh Bulog Sesuai Permendag Nomor 24 Tahun 2020

-Ekonomi-222 views

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Pimpinan Cabang (Pinca) Perum Bulog Sumbawa, Kurnia Rahmawati, S.TP., memastikan pembelian gabah mengacu pada Permendag Nomor 24 Tahun 2020 tentang Penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

“kita sudah melakukan penyerapan gabah sesuai ketentuan yang telah ditetapkan,” ungkapnya kepada wartawan, Kamis (15/04/2021) di Sumbawa.

Dijelaskan, HPP gabah kering panen sebesar Rp 4.200,00 per kilogram di petani atau Rp 4.250,00 per kilogram di penggilingan. Harga ini tentu harus sesuai dengan kualitas yang telah ditetapkan yakni kadar air paling tinggi 25% dan kadar hampa/kotoran paling tinggi 10%.

Sementara untuk gabah kering giling dengan kulias kadar air air paling tinggi 14% dan kadar hampa/kotoran paling tinggi 3%, akan dibeli dengan harga Rp 5.250,00 per kilogram di penggilingan atau Rp 5.300,00 per kilogram di gudang Perum Bulog.

Baca juga:  3328 Rumah di Kecamatan Alas Barat Rusak Akibat Gempa

Kemudian untuk beras dengan kualitas kadar air paling tinggi 14%, butir patah paling tinggi 20%, kadar menir paling tinggi 2%, dan derajat sosoh paling sedikit 95%, sebesar Rp 8.300,00 per kilogram di gudang Perum Bulog.

“Itu acuan kita melakukan penyerapan gabah maupun beras,” tandasnya.

Kurnia mengakui, hingga saat ini masih ditemukan dibebarapa lokasi harga pembelian gabah ditingkat petani sebesar Rp 3.700 hingga 3.900 per kilogramnya. Setelah dilakukan pengecekan di lapangan, ternyata kualitas gabah dibawah kualitas HPP. Ini dikarenakan berbagai faktor, salah satunya petani melakukan penen lebih awal. Selain itu juga, curah hujan tinggi sehingga kadar air gabah menjadi tinggi, diatas 30%.

Baca juga:  Kembalikan Fungsi Hutan, 833.000 Sengon Laut Salomon Ditaman

“Petani panen lebih awal, seharusnya panennya 7 hari sampai 10 hari ke depan. Hujan juga mempengeruhi, minggu-minggu ini curah hujan cukup tinggi, kadar air gabah jadi tinggi,” pungkasnya. (KS/aly)