oleh

Apakah Partai Politik Telah Bekerja Semaksimal Mungkin Untuk Indonesia?

-Opini-53 views

Oleh : Shania Ainnayah Alfatiha – Mahasiswa Ilmu Pemerintahan, Institut Ilmu Sosial Dan Ilmu Budaya Samawa Rea (IISBUD)

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Secara teoritis, partai politik adalah kanalisasi dari kepentingan masyarakat agar diperjuangkan menjadi kebijakan negara. Karena setiap masyarakat itu berbeda-beda sehingga kepentingannya juga beragam, Partai politik pun bermacam-macam. Partai politik berada di tengah-tengah, antara negara dan masyarakat. Ia menjadi jembatan diantara keduanya. Negara memerlukan masyarakat agar tahu kebijakan apa yang semestinya dibuat. Masyarakat memerlukan negara agar kepentingannya dapat diakomodasi.

Partai politik merupakan sekelompok manusia terorganisir secara stabil dengan tujuan merebut dan mempertahankan penguasaan bagi pemimpin partainya. Tugas dan fungsi partai politik yaitu sebagai wadah pengaduan aspirasi atau keluhan  rakyat dan memperjuangkan aspirasi rakyat melalui kebijakan-kebijakan, sebagai tempat untuk membentuk pemimpin yang kuat, sebagai sosialisasi politik, sebagai pendidikan politik dan sebagai rekruitmen politik bagi masyarakat.

Pelembagaan partai politik sangat penting bagi suatu partai. Pelembagaan partai merupakan proses pemantapan sikap dan perilaku partai politik yang bertujuan membentuk suatu budaya yang mendukung prinsip-prinsip dasar sistem demokrasi, disinilah penentuan partai politik itu kelak menjadi apa. Apakah akan memberikan dampak positif bagi masyarakat atau sebaliknya.

Partai politik saat ini sudah dipandang buruk oleh masyarakat, karena partai politik tidak mampu  menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik dan banyak masyarakat yang menganggap bahwa sistem multipartai kurang efektif diterapkan di indonesia. Partai politik hanya fokus meraih dan mempertahankan suatu kekuasaan. Bahkan partai politik saat ini sudah menjadi wadah politik praktis bagi segelintir orang, seperti menggunakan partai sebagai alat legitimasi untuk meraih kekuasaan. Jika seseorang yang seperti itu menduduki suatu jabatan  politik ia tidak akan menjalankan pemerintahan berasaskan demokrasi, tidak ada lagi kepentingan rakyat yang ada melainkan kepentingan pribadi dan golongan. Sungguh partai politik saat ini sudah kehilangan jati dirinya, partai politik sudah tidak pro dengan rakyat.

Baca juga:  Kita Menjaga, Kita Menikmati

Sistem partai yang dianut Indonesia kerab membuat seorang politisi bersifat sewenang-wenangnya, mendirikan partai dan pindah-pindah partai sesuka hatinya. Partai politik yang sangat banyak di Negara Indonesia hanya akan membuat masyarakat merasa kebingungan untuk memilih partai mana yang pantas dan berkualitas untuk dipilih. Seharusnya partai-partai di Indonesia harus memperkuat kapasitas, tingkat kompetensi atau kemampuan untuk bekompetisi dengan partai politik lainnya dalam arena pemilu maupun kebijakan publik, bukan malah sibuk mengurusi partai lain.

Partai politik yang berhasil adalah partai yang menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan undang-undang/aturan yang sudah ditentukan, dan melaksanakan tanggung jawabnya dengan benar. Terlepas dari penerapan tupoksinya, partai politik juga harus menolak keras diperalat sebagai wadah politik praktis bagi  mereka yang ingin mencapai tujuannya dengan cara instan, karena itu hanya membuat partai politik dipandang buruk oleh masyarakat. Masyarakat sekarang ini sudah pintar dan juga kritis, seharusnya partai politik menunjukkan bahwa partai politik memang pantas dipercayai oleh rakyat dan menerapkan prinsip-prinsip demokrasi, dengan itu partai politik sudah ikut berperan dalam meminimalisir terjadinya Korupsi, Kolusi dan Nepotisme di Indinesia.

Baca juga:  Remaja di Perbudak oleh Game Online

Teruntuk mereka pejabat politik yang berhasil menduduki jabatan-jabatan politik yang dulunya berasal dari partai politik supaya menanamkan jiwa kenegarawanan dalam dirinya, yakni lebih mementingkan kepentingan Bangsa dan Negara diatas kepentingan pribadi dan golongan, janganlah ketika sudah duduk di kursi DPR kepentingan pribadi dan golongan yang diperioritaskan. Tetapi kepentingan masyarakatlah yang harus diutamakan, sungguh miris nasib rakyat miskin yang dijadikan objek korupsi oleh pejabat-pejabat politik. Partai politik juga harus berkaca pada kondisi saat ini, sangat perlu untuk melakukan reformasi ditubuh partai politik. Ia harus kembali pada vitalitas semula, pada fungsi yang semestinya. Tanpa reformasi, partai politik tidak lebih dari sekedar alat legitimasi untuk meraih kekuasaan, akibatnya hati rakyatlah yang akan terluka. Harapan masyarakat semoga partai politik bisa bekerja semaksimal mungkin dan bisa kembali pada fungsi yang semestinya dimana partai politik sebagai wadah pengaduan masyarakat, dalam artian kembali memperjuangkan rakyat yang telah mempercayainya.

Tulisan di atas dipublikasikan untuk memenuhi tugas mata kuliah dari penulis. Dalam hal ini, penilis bertanggungjawab penuh atas tulisnnya.

Komentar