oleh

Sumbawa Usulkan DAK Non Fisik Kepariwisataan Tahun 2022

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Dinas Pemuda Olahraha dan Pariwisata (Dispopar) mengusulkan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Kepariwisataan Tahun 2022.

“Untuk DAK Bidang Pariwisata Tahun 2021 tidak ada karena terkendal Covid. Tetapi kami sudah diberikan semacam informasi dari Biro Perencanaan Kemanpar, diberikan instruksi memasukan usulan anggaran DAK Pelayanan Kepariwisataan tahun 2022. Per hari ini kami telah menyampaikan usulan itu dengan jumlah total kurang lebih 1 M dana Non Fisik sesuai dengan Petunjuk Pelaksanaan teknis DAK Non Fisik Kepariwisataan Tahun 2021. Dasarnya itu,” kata Sekretaris Dispopar Kabupaten Sumbawa, Muhammad Irfan, kepada Wartawan, Selasa (23/03/2021) di Sumbawa.

Baca juga:  Dinas Pangan Sumbawa Gelar Lomba Cipta Menu Makanan B2SA

Dijelaskan, semua berkas usulan tersebut akan direkap oleh Kemenpar. Selanjutnya, Dinas akan diminta untuk melakukan verifikasi semua usualan tersebut.

“Nanti setelah usulan itu direkap oleh Kemenpar baru kita akan dipanggil untuk melakukan verifikasi yang sudah kami usulkan,” ungkapnya.

Terkait waktu/jadwal verifikasi kata Sekdis, pihaknya belum mendapatkan infromasi lebih lanjut. Yang jelas, pihaknya telah menyampaikan semua usulan beserta data teknis pendukung, termasuk juga hasil evaluasi pelaksanaan DAK Non Fisik tahun-tahun sebelumnya. Dimana, Sumbawa telah mendapatkan DAK dimaksud selema tiga tahun berturut-turut.

“Mengenai waktu, jadwal verifikasi belum ada informasi. Yang jelas kami sudah menyampaikan usulan itu. Semua termasuk data teknis pendukung. Data-data evaluasi tentang pelaksanaan DAK non Fisik tahun sebelumnya, kita sudah mendapatkan DAK itu 3 tahun berturut turut. 2018, 2019 dan 2020. 2021 kosong karena pandemi,” terangnya.

Baca juga:  Bupati Sumbawa Dukung Gerakan Bersama Hijaukan NTB

Menurutnya, DAK Non Fisik ini murni dialokasikan untuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia kepariwistaan. Misalnya, penyelenggaraan pelatihan dalam rangka peningkatan kompetensi dan pengetahuan para pelaku, pengelolah, serta pemandu wisata.

“Mudah mudahan kita dapat lagi. Karena sangat berdampak sangat positif terhadap kepariwisataan. Beberapa pemandu mendapatkan lisensi pamandu,” pungkasnya. (KS/aly)

Komentar