oleh

Aktivitas Kafe di Sampar Maras Akan Ditutup

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Insiden berdarah di Sampar Maras, Kecamatan Labuhan Badas, menewaskan satu orang meninggal dunia. Merespon peristiwa ini, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Formkopimda) Kabupaten Sumbawa melaksanakan pertemuan, Selasa (09/03/2021) di lantai 1 kantor Bupati Sumbawa.

Rapat dipimpin oleh Plh Bupati Sumbawa, Drs. H. Hasan Basri, MM, dihadiri Ketua DPRD Abdul Rafiq SH, Kapolres Sumbawa AKBP Widy Saputra, S.IK, MH, Dandim Letkol Kav. Rudi Kurniawan, serta Dinas terkait. Adapun hasil rapat tersebut, disepakati bahwa aktivitas kafe di wilayah Sampar Maras ditutup.

Plh Bupati Sumbawa mengungkapkan, di lokasi tersebut terdapat 25 bangunan. Dua memiliki izin rumah makan, sementara sisanya tidak memilik izin. Pertimbangan menutup aktivitas kafe di wilayah ini, selain karena adanya peristiwa berdarah yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia, juga berdasarkan pertimbangan Covid-19, serta perizinan.

“Pertimbangan Covid, keamanan dan perizinan, maka sepakat kita harus menutup karena untuk kepentingan yang lebih besar. Tidak boleh ada aktivitas disana. Kalau untuk tempat tinggal silahkan. Sampai seterusnya akan tetap dipantau. Kalau ada aktivitas, siap-siap karena sudah melanggar namanya,” jelasnya.

Baca juga:  Waspada, Kasus Curanmor Muncul Lagi

Ketua DPRD Sumbawa Abdul Rafiq mengatakan, alasan ditutupnya aktivitas kafe di Sampar Maras, kerena Pemerintah Daera mementing kepentingan yang lebih bersar. Yakni kondusifitas daerah. “Kenapa kita simpulkan harus kita tutup karena kita mementingkan kepentingan lebih besar. Pertama mereka tidak memiliki izin aktivitas kafe. Kedua dampak aktivitas yang ditimbulkan ngeri juga. Ditambah lagi ada insiden kemarin dalam pemikiran kita akan menganggu kondusifitas daerah,” ungkapnya.

“Sehingga dinyatakan ditutup. Termasuk kafe yang ada di Batu guring kita pantau juga termasuk aktivitas kafe dalam kota, apakah izinnya boleh menjual miras yang kadar alkoholnya lebih tinggi atau hanya yang rendah. Ketika ini bisa ditertibkan kondusifitas Sumbawa bisa kita jaga,” tandasnya.

Baca juga:  Awal 2019, Empat PNS Tersandung Narkoba, Dua Sudah Dipecat

Sementara itu, Kapolres Sumbawa, AKBP Widy Saputra, S.IK, MH., mengatakan, pihaknya pihaknya akan memback up Satpol PP berdasarkan aturan yang dibuat oleh Pemda. “Saya dan juga Pak Dandim membantu. Kita berkolaborasi mendukung apa kebijakan dari Pemda,” katanya.

Terkait insiden di lokasi tersebut, pihaknya sedang melakukan penanganan serius. Untuk itu, diharapkan kepada masyarakat untuk menjaga kondusifitas daerah dan menyerahkan sepenuhnya ke pihak berwajib.

Dandim 1607/ Sumbawa Letkol Kav. Rudi Kurniawan manambahkan, TNI bersama Polri siap membantu untuk kepentingan terbaik masyarakat Sumbawa.

“Pada intinya kita dari TNI siap membeck up dari Polres dan Pol PP untuk menciptakan kondusifitas wilayah. Apapun kepentingannya, yang jelas ada kepentingan sumbawa yang lebih besar bukan kepentingan perorangan maupun kelumpok,” tandasnya. (KS/aly)

Komentar