oleh

Tim PPDM UNSA Kembangkan Desa Inovasi Garam

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Sebagai kampus tertua di Kabupaten Sumbawa, Universitas Samawa (UNSA) terus mencatat pratasi membanggakan, baik untuk kampus maupun untuk Tau dan Tanah Samawa (Orang dan Tanah Sumbawa).

Dimana, pada tahun 2021 ini, dua proposal hibah pengabdian kepada masyarakat, baik mono tahun maupun multi tahun dimenangkan. Ini merupakan program Kemenristekdikti.

Salah satunya, proposal berjudul Pengembangan Desa Labuhan Bajo Sebagai Desa Garam Beryodium dalam Rangka Meningkatkan Kualitas Garam dan Mengurangi Angka Kejadian Stunting.

Proposal yang merupakan Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) merupakan hibah kompetitif nasional multi tahun yang berhasil dimenangkan oleh tim dari Universitas Samawa beranggotakan Dedi Syafikri, M.Si, Dwi Mardhia, M.Sc, Nining Andriani, M.Pd dan Fahmi Yahya, M.Pd.

Baca juga:  PBSI FKIP UNSA Gelar Kuliah Umum Psikologi dan Sastra

Dedi Syafikri, M.Si, mengatakan, PPDM sebagai bentuk hilirisasi riset multidisiplin tim UNSA yang akan memberikan kemajuan bagi desa Labuhan Bajo sebagai desa mandiri penghasil garam beryodium dan mengentaskan permasalahan stunting. Program ini mendapat pendanaan sejak tahun 2019 hingga 2021.

Adapun capaian yang sudah dihasilkan oleh tim pada tahun pertama adalah penguatan kelompok serta peningkatan kuantitas dan kualitas garam. Hasil pendampingan yang dilaksanakan tim UNSA yakni garam yang dihasilkan oleh kelompok Setia Kawan menjadi garam yang memenuhi syarat sebagai garam konsumsi.

Capaian di tahun kedua program adalah adanya produksi garam beryodium serta telah terbentuknya koperasi garam desa Labuhan Bajo.

Baca juga:  Festival Pesona Moyo 2017, UNSA Tampilkan Karya Kreatif Mahasiswa

Pada tahun ketiga tim akan focus pada penguatan pemasaran garam, pengurusan izin edar garam dan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya konsumsi garam beryodium.

Usman SE., M.Si selaku Kabid Pengabdian Kepada Masyarakat LPPM Unsa, menjelaskan bahwa inovasi yang dilakukan oleh dosen dapat menjadi model bagi desa-desa binaan Universitas Samawa yang memiliki daya tarik terhadap investasi.

Syarif Fitrianto, M.Pd selaku sekretaris LPPM, menambagkan, kegiatan tersebut wujud nyata dari MoU Universitas Samawa dengan mitra kelompok masyarakat dengan harapan dapat memberikan manfaat dalam perbaikan ekonomi masyarakat. (KS)

Komentar