oleh

Pemerintah Harus Segera Merealisasi Anggaran, Untuk Pemulihan Ekonomi NTB

Mataram, KabarSumbawa.com – Ekonomi Nusa Tenggara Barat saat ini tercatat menurun sebesar 6,5 persen akibat dari Pandemi Covid-19. Maka untuk memulihkannya, yang harus dilakukan pemerintah saat ini yakni segera merealisasikan Anggaran atau hovernment spending dengan banyak-banyak melakukan perjalanan dinas di dalam daerah.
Hal tersebut diungkapkan oleh Pakar Ekonomi Universitas Mataram, Dr. Muhammad Firmansyah dalam Konferensi Pers di Mataram, beberapa wkatu lalu.
Dijelaskannya, dalam memulihkan ekonomi saat pandemi ini, ada beberapa hal yang sudah dilakukan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Seperti dengan meringankan pajak penghasilan bagi perusahaan selama beberapa waktu. Program Jaring Pengaman Sosial dengan memberikan bantuan berupa dana segar kepada masyarakat yang masih bekerja namun tidak memiliki penghasilan, maupun yang tidak bekerja.
“Itu sudah bagus dilakukan, dan itu juga ikut membantu perusahaan. Tetapi hanya dalam jangka pendek saja” Imbuhnya.
Namun, lanjutnya, dengan Government Spending atau Pengeluaran Pemerintah dengan memanfaatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021. Pemerintah bisa juga menggunakan itu sebagai salah satu faktor pemulih ekonomi. Dengan cara, pejabat-pejabat melakukan perjalanan dinas di dalam daerah, sehingga uang yang beredar itu tidak keluar ke daerah lain.
“Tidak semua Government Spending itu dengan membangun Infrastruktur. Tetapi juga dengan melakukan perjalanan dinas.” Tandasnya seraya menambahkan, bila perlu, semua anggota DPRD itu, buat saja perjalanan dinas di dalam daerah, itu impact atau hasilnya bisa lebih cepat karena uangnya hanya beredar ditengah masyarakat daerah kita saja, tidak keluar dari daerah kita.
“Pemerintah harus cepat merealisasikan itu,” Pungkasnya.(KS/yud)

ksbksb ksbksb
Baca juga:  ​Program Kinerja Kunci 2017 Jadi Prioritas Dinas Kelautan Dan Perikanan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *