by

Emas sebagai instrumen investasi safe haven dan Prediksi Harga Emas 2021

-Opini-120 views

Nama : Rostiana mahasiswa semester IV Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Samawa

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Emas merupakan logam mulia yang paling banyak diminati oleh masyarakat, bukan hanya untuk digunakan sebagai perhiasan tapi juga untuk investasi. Emas merupakan sebagai salah satu instrumen investasi yang aman karena meskipun harga emas tergolong fluktuatif namun harga emas tidak pernah jatuh terlalu jauh. Bahkan, di tengah pandemi yang melanda dunia, harga emas tetap stabil dan sempat mengalami kenaikan yang signifikan di awal tahun 2020. Emas dicetak dalam beberapa jenis antara lain emas 24 karat merupakan emas murni atau 100% emas. Sedangkan untuk emas 18 karat adalah perpaduan 75% emas dan 25% logam lain. Emas 14 karat adalah perpaduan antara 58,3% emas dan 41,7% logam lain, dan emas 10 karat merupakan emas 41,7% dan 58,3% logam lain.

Dilansir dari tempo.co, pada minggu pertama Januari 2020 harga emas berada di angka Rp. 771.000 per gram, lalu dalam kurun waktu seminggu harga emas kian meningkat hingga menyentuh angka Rp. 860.000 per gram. Setelah terus merangkak naik, harga emas mengalami penurunan pada pertengahan bulan Maret yaitu senilai Rp. 810.000 per gram. harga emas terus melesat naik sampai dengan angka kenaikan tertinggi pada bulan Agustus mencapai Rp. 1.028.000 per gram. Hal ini disebabkan oleh tingginya minat masyarakat terhadap emas di tengah masa pandemi serta ramalam IMF bahwa ekonomi global mengalami kontraksi tahun pada 2020 yang disebabkan pandemi corona masih terus mewabah. Proyeksi tersebut menjadi pemicu aset safe haven seperti emas diburu investor dan harga mulai merangkak naik dan diprediksi bisa mencapai level US$ 2.000/troy ounce. Seiring meningkatnya risiko perekonomian global, orang berbondong-bondong mengamankan asetnya ke dalam bentuk emas karena emas merupakan instrumen investasi safe haven. Emas yang dianggap sebagai instrumen investasi aman menjadikan emas menjadi buruan para investor. Bank sentral di berbagai negara pun juga berlomba-lomba memburu emas yang menyebabkan permintaan emas secara global kian meningkat. Sebenarnya, safe haven favorit dari masa ke masa bukan hanya emas tapi juga ada dollar Amerika Serikat (AS). Namun, kondisi pandemi yang melanda dunia termasuk Amerika Serikat dan juga kondisi internal politik AS yang dinilai kurang baik karena adanya pemilihan Presiden pada bulan November tahun 2020 menyebabkan Dollar AS kehilangan pesonanya karena di nilai cukup berisiko.

Prediksi Harga Emas 2021

Tahun 2020 merupakan tahun yang fenomenal untuk instrumen investasi emas. Banyak uang yang beredar di pasar Emas, sehingga membuat harga emas itu sendiri melonjak di tahun ini. Tetapi melihat perkembangan yang ada, Jim Steel, Analis dari HSBC merasa akan sulit untuk emas bisa naik dengan signifikan lagi dalam jangka waktu dekat.

Baca juga:  Salahkah Anak Jalanan ?

Menurut Jim, Emas di proyeksikan akan berkisar di harga rata-rata $1.965 per oz pada tahun 2021. Hal ini terpengaruh oleh kondisi politik di Pemerintahan Amerika sendiri, dimana berbagai kebijakan Joe Biden dapat menjadi salah satu penahan kuat untuk harga emas bisa menguat dengan signifikan.

Dibawah kepemimpinan Joe Biden, diprediksi berbagai masalah politik seperti perang dagang dan berbagai ketegangan dengan negara-negara lain bisa sedikit mengalami kelonggaran, yang mengakibatkan kondisi ketidakpastian pada pasar bisa berkurang dan para investor lebih tertarik untuk berinvestasi pada instrumen-instrumen yang lebih beresiko yang tentunya memiliki imbal balik yang lebih besar.

Sebagai proyeksi, tahun 2020 Harga emas berkisaran rata-rata $1.965 per oz, yang artinya kita bisa melihat harga emas ada dibawah $2.000 dan diatas $1.900 dan berfluktuasi di kisaran harga tersebut. Kenaikan harga emas pada tahun 2020 disebabkan oleh fenomena global yang dimana adanya kebijakan stimulus moneter dan rendahnya suku bunga bank.

Dilansir dari Tempo.co, Harga emas sepanjang 2021 masih akan terus bergerak fluktuatif. Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi memprediksi harga emas berada di angka tertinggi pada kuartal I 2021.
“Kemungkinan di 2021, emas naik di level tertinggi pada kuartal I sebesar 2.045 per troy ons,” ujar Ibrahim saat dihubungi Tempo pada Jumat, 1 Januari 2021.

Dia menjelaskan, naik harga emas di dorong beberapa sentimen dari Eropa dan Amerika Serikat. Dari Eropa, Inggris akan meninggalkan Brexit pada Januari 2021 ini. Namun, harga emas belum bisa melesat terlampau tinggi karena masih ada klausul yang dibahas dari kesepakatan perdagangan tersebut. Sementara dari Amerika serikat, bank sentral yang terus menggelontorkan stimulus tak terbatas untuk penanganan Covid-19.

“Pada kuartal pertama emas akan mencapai USD2.045 per troy ounce,” jelasnya
Dengan harga tersebut, lanjut Ibrahim, jika asumsi nilai tukar rupiah berada di Rp 13.600 per dolar Amerika Serikat , maka harga emas akan ada di level Rp 999 ribu per gram. Sedangkan, bila rupiah melemah di kisaran Rp 14.200, maka harga emas bisa tembus di harga Rp 1 jutaan. Dengan nilai tukar rupiah berada di level Rp 14.200 maka harga Emas akan ada di Rp1,3 juta per gram,” terangnya

Namun, meski ada kencenderungan untuk naik pada kuartal I, harga emas akan kembali anjlok di kuartal III. Hal ini disebabkan oleh vaksinasi yang mulai berjalan. Di sisi lain, bank sentral juga berangsur-angsur menghentikan stimulus setelah perekonomian mulai pulih.

Baca juga:  Pentingnya Sex Education Bagi Remaja

“Pada kuartal III, emas berada di level USD1.600 per troy ounce atau setara dengan Rp871 ribu per gram,” ujarnya.

Dia menambahkan, jika harga emas akan mengalami penguatan pada kuartal I, lalu landai di kuartall II dan anjlok di kuartal III, maka di kuartal IV akan kembali mengalami penguatan. Pada akhir tahun Ia memprediksi emas akan berada di kisaran 1.800 per troy ounce.

Dilansir dari Lokadata.id, Ibrahim Assuaibi yang merupakan Direktur TRFX Garuda berjangka, menyebutkan bahwa penyebab meroketnya harga emas merupakan persoalan geopolitik di laut Cina Selatan yang kian memanas di tengah kondisi pandemi yang belum mereda.

Pada awal September tahun 2020, harga emas dunia berada di posisi USD 1.937,8 per troy ons atau setara dengan kenaikan 0,3% jika dibandingkan dengan posisi akhir Agustus 2020. Goldman Sachs yang merupakan Bank Investasi ternama memperkirakan harga emas akan terus merangkak naik sampai hingga USD 2.000 per troy ons. Kenaikan ini bisa terjadi akibat meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi Dollar AS yang merupakan mata uang cadangan terkuat di dunia. Bank of America (BofA) telah merilis prediksi mereka terhadap pergerakan harga emas yang menyatakan bahwa harga emas mungkin akan menyentuh angka USD 3000 per troy ons atau sekitar Rp. 1.600.000/gram dalam jangka waktu 18 bulan kedepan. Sebelumnya, BofA telah prediksi harga emas rata-rata untuk tahun 2021 paling tidak akan mencapai angka USD. 2.063 yang berarti hasil analisis BofA ini menunjukkan keuntungan 50% dari target yang ada sebelumnya yaitu USD 2000 / troy ons. Prediksi tersebut ditentukan dari berbagai faktor yaitu situasi dollar AS dan juga tingkat volatilitas pasar ekuitas yang terpantau cukup tenang. Wallet Investor juga memperkirakan harga emas bisa mencapai angka USD 2.243/ troy on di akhir tahun 2021 yang artinya potensi upside emas adalah 15,7% dari posisi sekarang.

Bagaimana Tips Investasi Emas? Tunggu tulisan selanjutnya. (KS)