oleh

92 Ekor Sapi Asal Flores Ditolak Masuk Bima

Bima – Aparat Gabungan dar Karantia Pertanian Sumbawa Wilayah Kerja (Wilker) Pelabuhan Laut Bima, TNI AL Kolo, Kepolisian Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KP3), KSOP, Dinas Peternakan dan Keswan Kabupaten Bima serta Dinas Pertanian Kota Bima, berhasil mengagalkan penyelundupan 92 ekor sapi alas Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Karantina Pertanian Sumbawa, drh. Ida Bagus Putu Raka Ariana., melalui rilis yang diterima media ini, Minggu 14 Februari 2021, membenarkan keberhasilan tersebut.

Dikatakan, puluhan ekor sapi yang terdiri dari 24 ekor sapi jantan dan 68 ekor sapi betina produktif itu, diangkut menggunakan dua buah kapal kayu, hendak sandar di pelabuhan laut Tanjung Bima, perairan Bonto, Asakota, Kota Bima, Jumat 12 Februari lalu. Dugaan tindakan penyelundupan tersebut terungkap setelah adanya informasi dari tim Patroli TNI AL.

Baca juga:  Aksi Pencurian Disamping Istana Dalam Loka Terekam CCTV

“Sekitar pukul 22.30 WITA, sebuah kapal yang memuat sejumlah sapi hendak berlabuh di pelabuhan Pali Sondo dihentikan petugas gabungan dan kemudian digiring ke Pelabuhan Laut Bima. Karena tidak dapat menunjukan kelengkapan dokumen. Petugas karantina Wilker Pelabuhan Laut Bima melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ungkapnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas karantina, terhadap sapi tersebut dilakukan tindakan Karantina berupa penolakan. Sapi-sapi tersebut kemudian dikembalikan ke daerah asal dan mendapat pengawalan ketat dari TNI AL dan KSOP Pelabuhan Laut Bima.

Menurutnya, sebagai dasar penolakan puluhan sapi alas Flers tersebut selain tidak dilengkapi dengan dokumen karantina dari daerah asal, juga kerena melalui pelabuhan yang tidak ditetapkan sebagai pintu pemasukan/pengeluaran ternak, serta menghindari resiko penyebaran dari penyakit media pembawa Sapi yang berasal dari daerah yang tidak bebas penyakit Brucellosis.

Baca juga:  Penyelundupan 500 Karung Pakaian Bekas Berhasil Digagalkan

“Karantina pertanian memiliki peran yang sangat penting untuk mencegah terjadinya penyebaran penyakit dari suatu area ke area lain. Kita lakukan pemeriksaan kesehatan setiap komoditas hewan dan produknya yang dibawa oleh para penumpang ditempat pemasukan maupun pengeluaran,” pungkasnya. (KS/aly)

Komentar