oleh

Kasus DBD Terbanyak di Kecamatan Sumbawa

-Kesehatan-30 views

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terus terjadi di Kabupaten Sumbawa. Mengawali Tahun 2021, tercatat sudah ada 35 kasus.

Menurut Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P3PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Agung Riyadi, dari jumlah kasus tersebut, sebaran kasus yang paling banyak berada di Kecamatan Sumbawa. Yakni sebanyak 16 kasus. Disusul Kecamatan Moyo Hilir 6 kasus, Labuhan Badas 5 kasus, Plampang 3 kasus, Lape 1 kasus, Lopok 1 kasus, Moyo Hulu 1 kasus, Lunyuk 1 kasus, dan Alas Barat 1 kasus.

Mengapa Kecamatan Sumbawa yang tertinggi, menurutnya DBD ini pasti kaitannya dengan lingkungan yang padat dan banyak sampah. Karena tempat perindukannya tersedia atau sangat tergantung sesuai prilaku keseharian masyarakat.

Baca juga:  Hasil Swab 22 Tenaga Kesehatan di RSMA Negatif Covid-19

Sebagai perbandingan, Tahun 2020 lalu, total kasus DBD mencapai 400 kasus di Kabupaten Sumbawa. Paling banyak terjadi di Kecamatan Empang yakni 109 kasus. Bahkan sudah ditetapkan berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) pada saat itum Sementara kasus kedua terbanyak terjadi di Kecamatan Sumbawa dengan 99 kasus. Beruntung tidak ada kasus yang meninggal.

“Di Januari tahun 2021 ada 32 kasus. Mudah-mudaan tidak meningkat (kasus red). Sekarang sudah seminggu masuk bulan Februari baru 1 kasus. Kayaknya gak sih seperti tahun kemarin,” ujarnya.

Berkaca dari tahun lalu kata Agung, puncaknya terjadi di bulan Februari-Maret. “Kalau kemarin bulan Februari sudah mulai berkurang hujan. Sekarang bulan Februari masih ada hujan.
Kayaknya nanti akan berpindah ke Bulan Maret (puncak red). Tetapi mudah-mudahan tidak sampai mencapai puncak. Cukuplah di kasus yang bisa kita tekan. Supaya tidak sampai seperti tahun lalu Februari 145 kasus,” jelasnya.

Baca juga:  4 PDP di Sumbawa Dipastikan Negatif Covid-19

Dengan kasus ini, ia berharap masyarakat tetap menjaga kebersihan lingkungan. “Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan 3M plus. Pertama tentu harus kita pantau keberadaan jentik. Kalau sudah ada jentik di lingkungan kita itu artinya bahwa ada tempat perindukannya. Di mana tempat perindukannya itulah yang harus dibersihkan. Kalau itu bisa kita lakukan, saya yakin kejadian DBD bisa kita kurangi,”harapnya. (KS/aly)

ksbksb ksbksb