oleh

Vaksinasi Covid-19 di Sumbawa Dimulai Selasa Pekan Depan

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Sumbawa dijadwalkan dimulai Selasa pekan depan.

Sebagaimana disampaikan Sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa H. Hasan Basri, M.M., pencanangan atau Kick off vaksinasi akan diawali oleh 10 orang dari unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda di Kabupaten Sumbawa.

“rencananya hari ini atau besok akan nyampai vaksin dari Mataram. Terus nanti hari Selasa pencanangan untuk Pemda bersama Forkopimda dan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda hari Selasa,” ungkapnya.

Dikatakan, sebelum menerima vaksin, akan dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu oleh tim kesehatan. Jika memenuhi syarat maka akan dilakukan vaksinasi. Jika sebaliknya maka tidak akan disuntik.

Baca juga:  Update 21 April 2020, Positif Covid-19 NTB 108 Orang

“Kemarin sudah siap, pak Dandim, Kapolres, Kajari, dan Ketua Pengadilan termasuk saya sendiri. Tapi sebelum itu, diperiksa dulu, memenuhi syarat atau tidak. Nantinya ketika ada penyakit lainnya yang tidak diperbolehkan untuk vaksin. Yang jelas, semuanya sudah siap,” ungkapnya.

Menurut Sekda, setelah unsur tersebut di atas suntik vaksi, hari berikutnya vaksinasi akan dilakukan untuk tenaga kesehatan (Nakes). kemudian TNI/Polri, baru masyarakat umum. Ia berharap, vaksinasi berjalan lancar. Sehingga nantinya rencana vaksinasi 70 persen dari masyarakat Kabupaten Sumbawa bisa dilakukan.

“Semoga ini sukses, nanti bisa divaksin sesuai rencana sekitar 70 persen dari masyarakat Sumbawa hingga akan muncul kekebalan/imunitas. Sehingga nanti kalau semua sudah punya kekebalan ya Insya Allah. Sekarang kalau baru sekian orang umpamanya, tentu belum ada,”harapnya.

Baca juga:  Pasien Positif Covid-19 Bakal Diberi Bantuan Rp 600 Ribu

Kepada masyarakat ia berharap tidak lagi ragu atau merasa takut untuk divaksin. Karena vaksin ini sudah melalui proses yang panjang. Sudah ada fatwa MUI dan ijin dari BPOM.

“Untuk menghilangkan ketakutan masyarakat, kita akan mulai dari pejabatnya, Nakesnya, tokoh agama, masyarakat, tokoh pemuda. Karena ini banyak yang hoax. Karena itu kita meyakinkan dengan kita duluan,” pungkasnya. (KS/aly)

ksbksb ksbksb