oleh

BUDAYAKAN BERBAHASA INDONESIA

-Opini-52 views

Penulis : Rini Safira Dewi – Mahasiswa PGMI, FAI, Universitas Muhammadiyah Mataram

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Indonesia raya merupakan Negara yang kaya akan budayanya, tersebar dari sabang sampai marauke. dapat kita bayangkan, berapa banyak bahasa yang dipakai oleh masing-masing masyarakatnya di berbagai daerah. Dari sekian banyak bahasa daerah masing-masing kita dipersatukan oleh bahasa persatuan, yang disebut bahasa Indonesia. Itulah sebabnya kita dapat saling mengerti satu sama lain dalam berkomunikasi dan bersosialisasi.

Bangga pada Negara adalah bangga pada bahasanya. Jika kita melihat dari segi pandang negara-negara lainnya, mereka juga menggunakan bahasa negara sebagai ciri keberadaannya. Maka secara tidak langsung, negara lain mengakui bahasa tersebut sebagai identitas negara, hak kepemilikan negara dan itu semua adalah kebanggaan tersendiri dari setiap negara.

Apa kabar dengan negara kita?

Sangat disayangkan, bahasa yang menjadi kebanggaan hingga dapat menyatukan masyarakat Indonesia, kini terabaikan dikalangan remaja kita. Penggunaan bahasa gaul yang dianggap keren dan lebih modern oleh masyarakat, khususnya para remaja kini mulai mengikis sedikit demi sedikit penggunaan bahasa Indonesia dikalangan masyarakat. Maka timbullah berbagai dampak negatif terhadap perkembangan bahasa Indonesia pada saat sekarang dan mungkin juga masa yang akan datang.

Memang bahasa gaul merupakan wujud kreativitas seni yang bisa kita banggakan, tetapi sangat disayangkan, penggunaan kata dalam bahasa gaul lebih merangsang kearah yang negatif, pemilihan kalimat yang digunakan cenderung kasar dan tidak beretika, tidak jarang pula membawa nama-nama hewan yang jauh dari kata sopan, sangat mengenaskan. Belum lagi pengaruh budaya yang sangat tidak sesuai dengan budaya kita, generasi kita ikut terkontaminasi.

Baca juga:  Festival Pesona Moyo, Antara Pelestarian Budaya dan Peningkatan Kunjungan Wisata

Tiap kali, tidakkah kita dingiang-ngiangkan oleh janji sumpah pemuda yang berbunyi “kami pemuda pemudi Indonesia berjanji, berbahasa satu, bahasa Indonesia” penghianatan telah kita lakukan ketika janji tersebut tak lagi kita pegang, ucapan yang dengan lantang kita ucapkan hanyalah sebatas ungkapan yang tak berarti apa-apa. Tak ingatkah kita, dengan nama tuhan ikrar itu kita ucapkan dengan lantang.

Tidak malukah kita?

Bagaimana masyarakat akan melestarikan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan? Jika para pemuda dan pemudi yang menjadi harapan terbesar bagi Negara ini, masih acuh tak acuh terhadap janjinya, terhadap sumpahnya.

Lalu bagaimana upaya kita untuk membuat bahasa Indonesia kembali eksistensinya dan tidak akan tergusur oleh bahasa gaul?

1. Kita harus berusaha menanamkan rasa kecintaan dalam diri masyarakat khususnya remaja terhadap bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional.

2. Menyadarkan masyarakat khususnya para remaja bahwa bahasa Indonesia harus diutamakan penggunaannya.

3. Adanya aturan dari pihak pemerintah dalam penggunaan bahasa Indonesia.

Baca juga:  LALU ISMAIL DEA MALELA

4. Meningkatkan pengajaran di sekolah dan perguruan tinggi

5. Membina sikap positif terhadap bahasa Indonesia melalui jalur media atau semacamnya.

Kita sebagai masyarakat Indonesia terlebih pemuda pemudi harapan bangsa, sudah sepatutnya bangga menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, sebagai rasa cinta kita terhadap negara, bukan mengikuti budaya barat yang tidak sesuai dengan budaya kita. Sebagai pemuda pemudi Indonesia, kita harus bisa menjaga dan melestarikan penggunaan bahasa Indonesia dalam percakapan sehari-hari. Dengan demikian masyarakat disekitar kita dapat mengikuti jejak kita dalam menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari. Kitalah pemuda pemudi harapan terbesar negara, kemajuan negara dimasa yang akan dating ada dipundak generasi selanjutnya, salam pejuang. (KS)

Artikel di atas diterbitkan untuk memenuhi tugas kuliah penulis. Artikel di atas juga sepenuhnya tanggung jawab penulis.