oleh

Pelaksanaan Vaksinasi di Sumbawa Dilaksanakan Februari

iklan

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Sumbawa Didi Darsani, A.Pt mengatakan, pelaksanaan vaksinasi covid-19 di Kabupaten Sumbawa dimulai pada bulan Februari mendatang.

“Pelaksanaan vaksinasi direncanakan Februari. Bersamaan dengan 7 kabupaten/kota lainnya di NTB. Sementara, khusus di bulan Januari, vaksinasi dilakukan di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat,” kata Kadis kepada wartawan usai mengikuti Video Confrence dengan dengan Kadikes Provinsi NTB, Rabu (13/01/2021) di Polres Sumbawa.

“Karena distribusi vaksin ke kabupaten/kota kemungkinan Februari juga. Karena kita pencanangan 10 pimpinan daerah untuk dilakukan vaksinasi pertama,” lanjutnya.

Disebutkan, sasaran vaksinasi diperkirakan sekitar 3.700 an tenaga kesehatan (Nakes). Masing-masing Nakes akan mendapatkan dua kali dosis vaksin. Jarak waktu suntikan dosis pertama dengan dosis kedua adalah 14 hari.

“Untuk tahap awal sasarannya Nakes, jumlahnya yang kita ajukan 3.704,” sebut Didi.
Karena sasarannya adalah Nakes, sehingga pelaksanaan vaksinasi dilakukan di masing-masing fasilitas kesehatan dimana mereka bertugas.

Ditanya, apakah orang yang sudah divaksin akan kebal terhadap Covid-19? “ Ya harapan kita seperti itu sesuai dengan maksud tujuan vaksin kan memberikan kekebalan. Dan orang divaksin tidak begitu saja. Tapi, melalui tahapan-tahapan pemeriksaan kesehatan. Ada 15 kondisi penyakit yang tidak disarankan untuk vaksin Sinovac ini. Seperti diabetes, darah tinggi, HIV. Batasan umur dari 18 tahun 59 tahun. Jadi, Sinovac belum bisa untuk semua,” Jelasnya.

Menurutnya, dengan keterbatasan sasaran Sinovac ini yang tidak bisa menjangkau semua usia, maka pemerintah juga akan mendatangkan 5 sampai jenis vaksin lagi. Setiap vaksin mempunyai kriteria tertentu. Misalnya untuk usia lanjut jenis vaksin tertentu nanti yang akan diberikan.

Salah satu vaksin yang akan didatangkan yakni vaksin Pfizer asal Jerman. Vaksin ini tidak didatangkan sekarang, karena kondisi penyimpanan vaksin jenis ini masih sulit. Vaksin ini memerlukan suhu penyimpanan di bawah minus belasan derajat. Sementara Sinovac, sarana penyimpanannya sudah ada di seluruh Faskes.

“Jadi, mengapa Sinovac yang pertama didatangkan, selain alasan sarana penyimpanan, juga karena Sinovac itu menjangkau untuk komunitas yang lebih banyak,” terangnya. (KS/aly)

Komentar