oleh

Lanjutan Pembangunan Puskesmas Ropang Tidak Dianggarkan

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Lanjutan pembangunan Puskemas Ropang tidak dianggarkan dalam APBD Kabupaten Sumbawa Tahun 2021. Terhadap hal ini, Pemkab akan melaksanakan Rapat Koordinasi bersama pihak terkait untuk memastikan keberlanjutan pembangunannya.

“Memang saat ini belum ada anggaran untuk 2021. Belum ada di anggaran Dikes, belum ada dalam bentuk paket. kita rapat koordinasi untuk memastikan anggaran 2021 ada terkait puskesmas Ropang,” Kata Kabag Pembangunan Setda Sumbawa, Usman Yusuf, Kamis (14/01/2021) kepada wartawan di Sumbawa.

Dikatakan, lanjutan pembangunan puskesmas ropang tidak dianggarkan lantaran adanya refocusing anggaran yang kemudian dialihkan untuk penanganan Covid-19. Sehingga tidak bisa dianggarkan pada Perubahan atau di revisi APBD tahun 2020 kemarin. Selain itu, terdapat laporan yang masih berproses di Kepolisian terkait pelaksanannya.

Baca juga:  Bupati Sumbawa : Muda-Mudahan Sumbawa Terus Dapat Perhatian Pusat

“Sehingga 2020 tidak ada kesempatan untuk dianggarkan kembali. Karena faktor-faktor tadi itu menunggu 2020 akhir kita rapat koordinasi untuk memastikan anggaran 2021 ada terkait PKM Ropang,” jelasnya pejabat ramah ini.

Dijelaskan, pelaksanaan pembangunan puskesmas Ropang pada tahun 2020 lalu telah dinyatakan tidak selesai dan putus kontrak. Berdasarkan LHP BPK, pihak ketiga berkewajiban mengembalikan ke kas daerah sebesar 1,8 M. Kemudian terdapat sisa kontrak yang belum dibayarkan kepada pihak ke tiga sebesar 2,1 M. Anggaran tersebut telah siap di kas daerah.

“Berangkat dari situ, 2021 awal penganggaran kembali kita dihadapkan keterbatasan anggaran. Fokus ke Covid, ada pengurangan Dana Transfer Umum. Sehingga pembahasan anggaran, baik di TAPD, maupun di Banggar, anggaran untuk lanjutan pembangunan PKM Ropang itu tidak dianggarkan 2021 awal,” jelasnya.

Baca juga:  Bupati Sumbawa : Tidak Ada Jual Beli Jabatan

Dikatakan, saat ini pelayanan kesehatan di puskesmas Ropang hampir dikatakan berhenti total. Karena tidak ada ruangan untuk melakukan pelayanan. Otomatis tenaga kesehatan yang ditempatkan di sana, tidak bekerja maksimal.

“Sehingga mncullah ide kami kembali dengan Dikes, BPKAD, Inspektorat, Asiten, Sekda untuk menggelar kembali rapat koordinasi bagaimana kemungkinan yang bisa diambil apakah skenario penganggarannya kembali seperti apa, besok (Jumat-Red) akan kita rapatkan sesuai dengan undangan Pak Sekda,” pungkasnya. (KS/aly/*)

Komentar