oleh

Antisipasi Permasalahan PMI Butuh Kolaborasi Semua Pihak

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Permasalahan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebagian besar disebabkan karena banyak yang berangkat secara non prosedural. Sehingga ke depannya dibutuhkan kolaborasi dan komitmen semua pihak untuk mengantisipasi.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Muhammad Ikhsan Safitri., menyebutkan, permasalahan yang menimpa PMI ini menjadi perhatian dan evaluasi Disnakertrans ke depan. Karena berdasarkan data statistik, cukup banyak masyarakat yang memilih bekerja ke luar negeri melalui jalur non prosedural. Dari proses ini berujung pada permasalahan. Ada yang mendapatkan perlakuan tidak senonoh, ada juga yang tidak diberikan hak-haknya oleh majikan.

“Ini hendaknya menjadi perhatian kita semua. Supaya kita punya kepedulian, komitmen dan afirmasi yang kuat terhadap proteksi atau perlindungan terhadap saudara kita CPMI dan PMI,” ujarnya, Selasa (22/12/2020) di Sumbawa.

Pihaknya berharap ke depannya tidak ada lagi yang menempuh jalur non prosedural untuk bekerja ke luar negeri. Sebagaimana harapan Wakil Gubernur NTB, tahun 2021 zero unprosedural migran. Untuk mencapai hal itu, dibutuhkan kolaborasi dan harus ada kesadaran semua pihak. Mulai dari pengurus P3MI, kemudian pemerintah dalam segala level, dan juga yang terpenting adalah keluarga CPMI. Sehingga permasalahan PMI yang kerap terjadi selama ini bisa diantisipasi.

Baca juga:  Festival MU Sebagai Wadah Menjadi Kecamatan Yang Hebat

“Apabila ada hal yang perlu ditanyakan, maka langkah pertama yang dilakukan adalah koordinasi dengan kami Disnakertrans. Sehingga bisa mendapatkan informasi yang jelas terkait jalur yang ditempuh untuk menjadi PMI. Jangan sampai kemudian terpengaruh oleh oknum-oknum yang kurang bertanggung jawab. Apabila kita istikomah sesuai aturan main, Insya Allah hajat PMI untuk meningkatkan kesejahteraan melalui bekerja di luar negeri akan terpenuhi. Menjadi PMI Prosedural, tercatat di sisco, kemudian ada jaminan bagi hak-hanya baik gaji dan lain sebagainya,” terangnya.

Melalui momentum Hari Migran Internasional yang jatuh pada tanggal 18 Desember lalu, pihaknya mengucapkan selamat kepada para PMI. Mudah-mudahan ke depannya PMI semakin sejahtera dan tidak ada lagi kasus-kasus yang terjadi. Apakah overstay, non procedural dan lain sebagainya. Sehingga para PMI mendapatkan kebahagiaan dengan bekerja di luar negeri. (KS/aly/dina)