oleh

Jarot-Mokhlis Prioritaskan SK Honorer di Sumbawa

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Janji pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sumbawa Jarot-Mokhlis untuk memberikan SK kepada Guru Honorer dan Tenaga Kesehatan di Sumbawa menuai tanggapan positif dari sejumlah masyarakat. Kalangan pegawai honorer yang sudah bekerja bertahun-tahun mengakui, terobosan Jarot-Mokhlis yang memberikan SK tersebut di 100 hari kerja jika terpilih, adalah komitmen luar biasa dan berani.

“Ini sebagai komitmen kami membantu para tenaga honorer yang sudah lama mengabdi sehingga mereka dapat bekerja dengan baik dalam melaksanakan tugasnya,” kata Calon Wakil Bupati, Mokhlis di Sumbawa, Kamis (26/11).

Demikian juga dengan angka pengangguran yang masih tinggi dari jumlah angkatan kerja di Sumbawa, paslo ini berkomitmen akan member solusi untuk menekan angka pengangguran. Yang di kedepankan adalah hadirnya industri di Sumbawa akan menampung dan menyerap tenaga kerja lokal sehingga semuanya dapat bekerja.

Selain itu, Jarot-Mokhlis juga akan membuka dan melatih anak-anak muda yang memiliki talenta dan berprestasi untuk menjadi orang-orang yang trampil dan siap untuk bekerja.
“Kita akan melatih anak-anak muda yang belum memiliki pelerjaan untuk menjadi tenaga yang siap pakai untuk menyambut datangnya industry berbasis pertanian dan industri tambang yang ada di Dodo Rinti sana,” katanya.Mantab

Visi Misi yang dicanangkan oleh paslon Jarot-Mokhlis menuai tanggapan positif dari ratusan honorer Tenaga Kesehatan (Nakes) yang ada di Sumbawa. Mereka kaget mendengar program yang dibawa paslon nomor 5 tersebut untuk memberi SK kepada honorer termasuk Nakes.

“Saya baru tau kalau ada calon Bupati yang mempunyai visi misi memperioritaskan tenaga honorer seperti kami ini yang sudah bertahun-tahun bekerja tetapi hanya mendapat gaji seadanya. Saya langsung menginformasikan kepada seluruh teman saya,” ungkap salah satu Nakes yang minta namanya dirahasiakan, saat ditemui di Sumbawa.

Ia mengaku bersama keluarga awalnya memilih paslon lain pada Pilkada 2020 ini. Namun, kini pilihannya ada pada calon Bupati H Jarot. Jika perlu, ia bersama ratusan Nakes lainnya ingin bertemu langsung dengan Paslon Jarot-Mokhlis untuk memberikan komitmennya memilih jarot-Mokhlis.

Tingginya Pengangguran
Dia mengungkapkan, gaji yang ia terima selama 7 tahun bekerja hanya Rp250 ribu perbulan . Sementara pekerjaan yang dilakukan sangat berat.

“Pekerjaan ini adalah sebuah pengabdian, tetapi kami juga butuh biaya butuh uang untuk keluarga. Beli pampers aja gak cukup gaji segitu mas, Suami saya juga padahal sarjana tetapi sulit mendapatkan pekerjaan yang mempunyai penghasilan yang mapan,” ungkap wanita yang sudah memiliki satu anak ini.

Sementara, Tokoh masyarakat Desa Maman Kecamatan Moyo Hulu, Baharuddin saat ditemui di acara tatap Muka Jarot-Mokhlis di desa tersebut, mengungkapkan bahwa pengangguran di Kecamatan Moyo Hulu khususnya di Desa Maman masih sangat tinggi.

“Dari kaca mata kami di sini angka pengangguran masih tinggi sekitar 30 persen di lihat dari jumlah pengangguran yang ada di Desa Maman ini,” terangnya.

Ia mengatakan, keadaan seperti ini sudah sejak lama berjalan, anak-anak di Desa Maman juga butuh pekerjaan dan perhatian, Ia menaruh harapan kepada paslon Bupati dan Wakil Bupati Jarot-Mokhlis agar dapat mengatasi pengangguran, member peluang kerja kepada warga Desa Maman.

“Di sini banyak yang sarjana menganggur, yang lulus SMA menganggur, apalagi yang tidak tamat sekolah masih banyak,” katanya.

Berdasarkan data ketenagakerjaan Kabupaten Sumbawa, pengangguran di tahun 2019 berjumlah 8.764 dari total angkatan kerja 252.530. Artinya tingkat Pengangguran terbuka berjumlah sekitar 3,47 persen. Memang ada penurunan dari Tahun 2018 3,59. Tapi 3,47 persen pun masih cukup besar. (KS/)