oleh

Kecamatan Lopok Raih Predikat Open Defication Free

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Tengah merebaknya wabah Covid-19 yang belum juga mereda, jajaran Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus berupaya membangun kesadaran masyarakat tentang urgensi sanitasi dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Hasilnya, setelah beberapa waktu yang lalu Desa Pungkit Kecamatan Lopok dinobatkan sebagai desa Sanitasi Total berbasis Masyarakat (STBM), hari ini, Senin 23 November 2020 giliran Desa Mama Kecamatan Lopok yang memperoleh predikat yang sama.

Desa Mama dinilai telah berhasil menuntaskan persoalan-persoalan dalam 5 pilar STBM sehingga layak dideklarasikan sebagai desa STBM di Kabupaten Sumbawa berdasarkan hasil verifikasi tim Pokja AMPL kabupaten pada bulan Februasi lalu. Selain deklarasi Desa Mama sebagai desa STBM, Kegiatan itu juga bersamaan dengan dideklarasikannya Kecamatan Lopok sebagai kecamatan Open Defication Free (ODF). ODF adalah predikat yang diberikan kepada kecamatan yang masyarakatnya terbebas dari perilaku buang air besar sembarangan.

Pjs. Bupati Sumbawa, Ir. Zainal Abidin, M.Si., yang menghadiri deklarasi tersebut mengapresiasi kesadaran masyarakat Kecamatan Lopok untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Sebab menurutnya, persoalan buang air besar sembarangan hingga kini masih menjadi persoalan serius di Kabupaten Sumbawa.

Hal itu menurut Pjs. Bupati cukup beralasan mengingat data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, dari total 165 desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Sumbawa, hanya 55 desa/kelurahan yang sudah dinyatakan bebas dari buang air besar sembarangan. Sedangkan pada kategori ODF, dari 24 kecamatan yang ada, ungkap Pjs. Bupati, saat ini hanya ada 2 (dua) kecamatan, yaitu Kecamatan Moyo Hulu dan Kecamatan Lopok yang sudah tuntas dan menjadi kecamatan bebas buang air besar sembarangan.

Menyikapi hal tersebut, Pjs. Bupati mengajak semua Camat dan Kepala Desa di Kabupaten Sumbawa untuk membangun komitmen bersama dalam menuntaskan 5 pilar STBM. Hal ini menurutnya secara otomatis juga akan menjadikan kabupaten sumbawa tuntas lima pilar STBM. “Ini tidak muluk-muluk jika kita mempunyai komitmen yang sama, satu atau dua tahun ke depan, Kabupaten Sumbawa dapat menjadi salah satu kabupaten yang mampu menuntaskan 5 pilar STBM di Provinsi NTB. (KS)

iklaniklan