oleh

Harapkan Industri Lokal Mengeliat, Pengrajin Kayu di Lenangguar Percaya Jarot-Mokhlis

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Para pengrajin kayu di Desa Lenangguar, Kecamatan Lenangguar, mengharapkan menggeliatnya industri lokal tertuma yang berkaitan kerajinan berbahan dasar kayu.

Harapan ini, mereka percayakan kepada Ir. H. Syarapuddin Jarot – Ir. H. Mokhlis, M.Si., jika ditakdirkan menjadi Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa melalui Pikada Tahun 2020 ini.

Regi, salah seorang pengarajin Kayu di Desa Lenangguar sangat berharap pasangan dengan jargon Sumbawa Maju ini menang pada Pilkada 9 Desember mendatang. “Kami berharap jika Jarot-Mokhlis menang, juga memperhatikan para pengerajin kayu,” ujar kepada wartawan, Selasa (24/11/2020).

Sejauh ini, campur tangan pemerintah terhadap para pengerajin kayu di Desa Lenangguar masih sangat minim. Terutama bantuan berupa alat maupun peningkatan skil para pengrajin.

“Kami bekerja sebagai tukang kayu. Kebutuhan seperti alat pertukangan, mesin ketam, sejenin itu, itu yang masih kurang. Kalau untuk pemasaran masing-masing, tapi lebih bagus kalau bisa difasilitasi oleh Pemerintah. Kita hanya membuat, tapi pemerintah membantu pemasaran. Dari harga belum tetap. Tidak ada standar harga,” jelasnya.

“Kita juga berharap bisa diberi pelatihan seperti mengukir. Karena selama ini tukang di Lenangguar semua otodidak,” tambahnya.

Hal senanda juga disampaikan oleh Feri Irawan. Pria yang juga berprofesi sebagai pengrajin kayu ini juga mengharapkan Jarot-Mokhlias menjadi Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa.

Diakuinya, Kecamatan Lenangguar yang berada di bagian wilayah selatan Kabupaten Sumbawa memiliki potensi kayu. Namun demikian, hal itu juga harus diperhatikan agar bisa dibatasi sesuai kebutuhan.

Menurutnya, pasangan Jarot – Mokhsil diharpak mampu membatasi kayu dibawa keluar ke Luar Sumbawa. Sebab, jika terlalu bebas, dikhawatirnya akan berdampak bagi keberlangsungan industri lokal karena kehabisan bahan baku.

“Disini banyak kayu. Otomatis untuk mendorong industri lokal, ketika kayu dibabat secara besar-besaran untuk kebutuhan pasar akan berdampak kepada industri lokal. Harus pemerintah mengatur. Pemerintah harus bisa membatasi kayu keluar daerah. Bahan terlalu bebas keluar. Itu permintaan selain dengan alat. Khawatir akan habis bahan. Diharapkan menjadi role model pertukangan disini. Akses pasar serta modal,” pungkasnya. (KS/aly)