oleh

Komitmen Seluruh Paslon Terapkan Protokol Kesehatan Diapresiasi

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com –  Pelanggaran protokol kesehatan pada saat pelaksanaan kampanye biasanya mengalami peningkatan, seiring meningkatnya kegiatan kampanye tatap muka atau pertemuan terbatas. Namun tidak di Kabupaten Sumbawa.
Sebagaimana disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) Kabupaten Sumbawa melalui Sekretaris Bakesbangpoldagri Budi Santoso, S.Sos., M.Si. bahwa tidak ada laporan pelanggaran protokol kesehatan yang diterima Desk Pilkada Kabupaten dari kecamatan. Meskipun pada awal masa kampanye sempat terjadi, namun setelah adanya teguran dari Bawaslu, semua Paslon berkampanye sesuai ketentuan dan protokol kesehatan.
Atas kondisi ini, pihaknya mengapresiasi komitmen seluruh paslon, partai politik, serta simpatisannya untuk mematuhi protokol kesehatan yang telah ditentukan.

“Alhamdulillah sampai dengan saat ini, camat tetap kontinyu pada setiap harinya pada pukul 5 sore menyampaikan laporan ke desk pilkada kabupaten dan telah kita input. Dan hasilnya secara keseluruhan di seluruh kecamatan, kelima paslon tetap menaati protokol kesehatan dan menaati seluruh himbauan yang dikeluarkan pemerintah maupun dari penyelenggara pemilu baik itu KPU maupun Bawaslu,” ujaranya.

Baca juga:  Pembangunan Zona Integritas, Pondasi Pemkab KSB Wujudkan WBK dan WBBM

Dalam pertemuan terbatas, jumlah orang hadir sesuai dengan ketentuan yakni 50 orang. Kondisi ini menurutnya tidak lepas dari Kerjasama luar biasa dari Bawaslu dan ketaatan Paslon. Karena itu, pihaknya menghimbau agar kondisi tetap dipertahankan di sisa waktu masa kampanye ini.
“Himbauan kami, mari kita pertahankan, kondusifitas ini, dan semua Paslon diharapkan pada masa kampanye yang tidak lebih dari satu bulan ini, agar tetap menjaga kondusifitas menaati protokol kesehatan sehingga pemilu ini, terlaksana dengan aman dari sisi ketentuan hukum dan peraturannya dan tetap sehat kendati dalam masa pandemi,” himbaunya.
Kemudian yang tidak kalah panting pada masa tenang nanti, yakni pada tanggal 5-8 Desember, pihaknya mengharapkan kesadaran bersama untuk menaati ketentuan pemilu yang pada masa itu diharapkan tidak ada lagi kampanye atau pengerahan massa.

Baca juga:  Bupati KSB : “Yang Disuarakan GMAK, Informasinya Kurang Benar”

“Karena sekarang peningkatan kasus yang terjadi di seluruh Indonesia yang sangat luar biasa. Dan Sumbawa bahkan sudah beralih dari zona kuning menjadi zona merah lagi. Mudah-mudahan dengan Kerjasama kita semua,pemilu ini dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya. (KS)

Komentar