oleh

Semua Proyek Fisik Didorong Segera Tuntas

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Pengerjaan proyek fisik di Kabupaten Sumbawa masih berlangsung. Menjelang akhir tahun, pengerjaan di lapangan terus didorong agar dapat dituntaskan dalam tahun 2020 ini.

Kabag Pembangunan Setda Sumbawa, Usman Yusuf menyebutkan, proyek yang sedang berproses seperti Pasar Seketeng, Puskesmas Buer, Puskesmas Moyo Hilir, SDN Lempeh, dan Jembatan Tampoak Renok. Kemudian pekerjaan jalan di SP 3 Labangka, beberapa jaringan irigasi, penataan Saliper Ate, dan pembangunan Pabrik Garam beserta mesinnya di Labuhan Bontong.

iklan

“Dari semuanya itu selama pantauan sesuai dengan hasil rapat, Insya Allah sampai dengan saat ini laporan dari masing-masing PPK dan kepala dinas, progresnya masih dalam kondisi aman,” ungkapnya.

Meskipun demikian, ada beberapa catatan sesuai dengan hasil monitoring dan evaluasi (monev). Terhadap Pasar Seketeng, informasinya ada optimalisasi dari sisa tender. Sehingga ada pekerjaan pagar dan paving block yang harus dikerjakan. Pengerjaan itu membutuhkan waktu tambahan untuk penyelesaian sampai akhir tahun anggaran. Kemudian Puskesmas Moyo Hilir juga terdapat kendala dalam progres pengerjaan. Salah satunya ada material yang belum sampai di lokasi. Pihaknya sudah menyarankan agar material segera didatangkan. Selain itu juga dilakukan penambahan tukang dan pembagian tugas untuk segera menyelesaikan sejumlah pekerjaan. Termasuk untuk pembangunan rumah dinasnya yang belum selesai.

Baca juga:  Pelipatan Surat Suara Di Sumbawa, Libatkan Ratusan Masyarakat

“Pasar Seketeng karena ada addendum perpanjangan waktu untuk tambahan pekerjaan. Kalau Puskesmas Moyo Hilir kayaknya agak molor, bahkan mungkin akan kena denda perpanjangan waktu segala macam. Tapi komitmen dari kontraktor akan diusahakan dalam tahun ini selesai,” terangnya.

Sedangkan paket lain seperti Puskesmas Buer, progresnya tidak ada persoalan dan rumah dinasnya sudah selesai. Selain material sudah tersedia di lokasi, tukang juga sudah stanby. Sehingga diyakini bisa tuntas sesuai dengan jadwal yang ada. Kemudian SDN Lempeh juga diyakini bisa terkejar. Karena sudah dilakukan rapat koordinasi di lapangan untuk langkah percepatan. Seperti diupayakan penambahan tukang, pengerjaan lembur, material dan alat juga harus dipastikan ada di lokasi. Terkait Jembatan Tampoak Renok progresnya sudah 60 persen. Proyek ini akan diatensi bersama Inspektorat untuk turun melihat kondisi terakhir dan mengawal supaya bisa diselesaikan sesuai jadwal waktu.

Baca juga:  Bupati Serahkan SK 26 CPNS Formasi Khusus PTT

Selanjutnya pembangunan ruas Jalan SP 3 Labangka, sebelumnya dilaporkan terjadi keterlambatan karena adanya tiga titik dibangun gorong-gorong. Sehingga membutuhkan waktu untuk proses pengeringan dan pengecoran. Meskipun demikian, nantinya menjelang akhir kontrak bisa diselesaikan. Sementara paket lainnya diyakininya dapat terselesaikan.

“Kalau yang lain paket jaringan irigasi di beberapa titik, air bersih, pabrik garam, Alhamdulillah on progres semua. Termasuk Saliper Ate, on progres,” pungkasnya. (KS/aly)