oleh

Pesawat Moyo Air Terbakar di Bandara, 7 Penumpang Cidera

-Berita-4.577 views

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Pesawat Moyo Air terbakar saat mendarat di Bandar Udara (Bandara) Sultan Muhammad Kharuddin Sumbawa, Rabu (18/11/2020) pagi. Tujuh orang penumpang mengalami cidera dalam insiden ini.

Sebelum kejadian, pukul 10.00 wita, cuaca di Bandara Sumbawa normal dengan jarak pandang 8 Km, arah angin 2800 dengan kecepatan 9 knot. Pada saat itu terdapat beberapa penerbangan yang sedang berada dalam pengendalian Aerodrome Control Tower (TWR) Bandar Udara Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa salah satunya adalah penerbangan Moyo Air dengan ETA 02.10 UTC/ 10.10 WITA, rute Lombok-Sumbawa, tipe pesawat ATR72-600 dan terdapat 72 orang di dalam pesawat.

iklan

Sekitar 10 menit sebelum mendarat, Pilot in Command (PIC) melaporkan kepada TWR bahwa pesawat mengalami kegagalan/mati mesin (engine fail) sebelah kanan. Sehingga penerbangan Moyo Air melakukan pendekatan menggunakan Runway 32, namun karena pendaratan dengan satu mesin dan kondisi angin yang cukup kencang, manuver pendaratan menjadi tidak stabil sehingga pesawat mengalami overshoot di sisi sebelah kiri Runway 14 di sector 4 H pada Grid Map.

Akibatnya, pesawat terbakar sesaat setelah melakukan pendaratan. Api berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran bandara dibantu dengan petugas dari Dinas Pemadam kebakaran setempat. Dalam insiden ini, sebanyak 2 orang penumpang mengalami luka berat, 5 orang luka ringan, 1 orang pingsang, dan 64 orang dalam keadaan sehat. Penumpang yang mengalami cideri kemudian dilarikan ke rumah sakit setempat.

Baca juga:  Jelajahi Danau Rawa Terbesar di NTB Yuk
Latihan strategi di atas meja

Insiden diatas merupakan bagian dari kegiatan latihan Penaggulangan Keadaan Darurat (PKD) tahun 2020 yang dilaksanakan oleh Komite Penanggulangan Darurat Bandara Sultan Muhammad Kharuddin Sumbawa.

“Ini kita latihan. Jadi kita ada kewajiban kami setiap dua tahun sekali mengadakan latihan penanggulangan keadaan darurat untuk mengantisipasi terjadi keadaan darurat di areal dandara,” kata Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandara Sultan Muhammad Kharuddin Sumbawa, Sutarmin, S.AP., ditemui di ruang kerjanya.

Dijelaskan, sebelumnya, pihaknya telah melaksanakan rapat komite, dan latihan skenaria di atas meja (Table Top), kemudian dilanjutkan dengan latihan penaggulanan darurat di lapagan.

“Saat latihan standarnya menggunakan benda berbentuk pesawat, aturannya pesawat terbesar yang mendarat. Kita disini ATR 72, disini kita buat semirip mungkin kita beri nama Moyo Air. Skenarionya pesawat mendatar melewati lintasan lalu terbakar,” jelasnya.

Sutarmin berharap, melalui latihan penanggulangan keadaan darurat ini, dapat memperbaiki kekurangan-kekurangan dari pelaksanaan latihan-latihan sebelumnya dan dapat meningkatkan kesiapan segenap unit penanggulangan kecelakaan pesawat udara, unit pendukung serta prosedur-prosedur yang terkait dengan kegiatan tersebut.

Baca juga:  FORKOM-P Desa Jorok, Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba.

Melalui latihan ini pula lanjutnya, dapat menjadi cermin dan tolak ukur keberhasilan dalam rangka memperbaiki Sistem Penanggulangan Keadaan Darurat apabila dilaksanakan dengan sungguh-sungguh sesuai dengan petunjuk yang tertuang dalam dokumen Airport Emergency Plan Bandar Udara Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa.

“Untuk itu kritik dan saran-saran maupun penilaian secara objektif sangat diharapkan yang dapat dipakai sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki dan peningkatan keterampilan dan efektifitas dalam pelayanan keselamatan penerbangan pada umumnya dan penanggulangan kecelakaan pada khususnya,” pungkasnya.

Kegiatan latihan PKD 2020 ini dihadiri oleh Kapolres Sumbawa, Damdim Sumbawa, RSUD, KKP, dan Dinas Damkar Kabupaten Sumbawa. Kegiatan berjalan dengan lancar. (KS/aly)

Komentar