oleh

Usia Pelajar Terjangkit Covid-19, Belajar Tatap Muka Akan Dievaluasi

-Pendidikan-1.237 views

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Press Release Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTB, Selasa (03/11/2020) diumumkan sebanyak 26 kasus positif baru. Dari jumlah tersebut, 13 kasus adalah warga Kabupaten Sumbawa, di dalamnya termasuk anak-anak usia pelajar.

Mengenai hal ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa, melakukan penelusuran terhadap anak-anak usia pelajar yang terinfeksi Covid-19 berdasarkan Press Release Gugus Tugas Provinsi tersebut.

iklan

“Jadi terkait adanya terinfeksi Covid-19 pada usia pelajar, kami sekarang sedang menelusuri dan memanggil mengundang pengawas sekolah agar bisa sesegera mungkin bisa menelusuri dimana alamatnya. Kita tidak tahu persis tempat tinggalnya. Kami berkoordinasi dengan tim COVID-19 di Dikes terkait dengan data khusus yang usia pelajar, supaya kami cepat menelusuri,” ungkap Sekretaris Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa, Surya Darmasyah, Rabu (04/11/2020).

Dengan adanya kasus positif terhadap anak usia sekolah, pihaknya dalam waktu dekat akan melaksanakan rapat koodinasi untuk menetukan langkah-langkah selanjutnya. Yang pasti lanjutnya, dengan kondisi saat ini, untuk melanjutkan pembalajaran tatap muka dari uji coba menjadi normal masih belum bisa.

Baca juga:  WAPRES : Rusunawa UNSA Akan Segera Dibangun

“ini akan kita evaluasi apakah ini akan berlanjut dengan normal atau kami akan penundaan dulu karena ini terinfeksinya terlalu kita tidak sangka-sangka. Tapi ini belum jelas juga apakah itu pelajar SD anak sekolah. Tapi kalau kita lihat usia ada yang 8 tahun, 10 tahun. Kalau yang 10 tahun itu pelajar, yang 6 tahun pelajar, yang 13 tahun belum ada data. Begitu juga yang lain-lain belum ada data. 17 tahun , 9 tahun, 15 tahun apakah dia sekolah atau tidak ,ini belum jelas,” jelasnya.

“Ini harus dievaluasi. Apakah jam tatap muka dikurangi atau tetap seperti itu. Tapi yang jelas untuk melanjutkan ke yang normal, kondisi tatap muka normal belum bisa kita tetapkan. Yang sudah ini kita evaluasi, karena dari 20menit sekarang ke 30 menit dan mungkin akan kita kembalikan ke semula mungkin 20 menit,” lanjutnya.

Baca juga:  Sastrawan dan Guru Sumbawa Go Jepang

Terhadap kondisi ini, ia meminta akan sekolah betul-betul menerapkan protokol kesehatan secara ketat selama pelaksanaan uji coba tatap muka. Mulai dari datang ke sekolah hingga pulang ke rumah harus sesuai dengan protokol kesehatan.

“Karena sebetulnya tatap muka ini, begitu si Anak datang dicek suhu tubuh langsung masuk itu protokolnya. Jadi gak boleh ada yang bermain-main. Begitu juga istirahat, ya istirahat dalam kelas. Dan pulang anak-anak langsung pulang gak boleh ada yang berkerumunan atau belanja di kantin itu belum diijinkan. Jadi betul+betul tatap muka ini kita terapkan protokol kesehatan secara ketat,” harapnya. (KS/aly)