oleh

MENDIDIK ANAK BAGAIKAN MENGUKIR DI ATAS BATU

-Opini-55 views

Oleh : Hasnah – Mahasiswa Semester II UPBJJ 78/Mataram (NIM : 859136131)

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Anak merupakan amanah dari Allah SWT, dengan demikian semua orang tua berkewajiban untuk mendidik anaknya agar dapat menjadi insan yang shaleh, berilmu, beriman dan bertaqwa. Hal ini merupakan suatu wujud pertanggung jawaban dari setiap orang tua kepada Sang Khalik.

iklan

“ Mendidik anak sedari kecil adalah ibarat mengukir di atas batu.”  Sabda Nabi SAW tersebut sangat tepat untuk mengambarkan pentingnya mendidik anak sedini mungkin. Anak yang masih kecil, mendidiknya membutuhkan kesabaran karena harus mengulang-ulang konsep yang hendak ditanamkan. Namun begitu konsep tersebut sudah masuk, maka ia tertancap dengan kuat di sana, sulit hilang seperti ukiran di atas batu.

Bagi anak, pendidikan yang tepat pada usia dini akan menjadi pondasi keberhasilannya pada masa yang akan datang. Pendidikan agama tidak pelak lagi menjadi suatu kebutuhan bagi anak usia dini untuk membentuk kepribadian Islam. Secerdas apapun seorang anak, tanpa memiliki pendidikan agama sebagai landasan hidupnya, maka hidupnya di dunia tidak ada nilainya. Rasulullah SAW bersabda : “orang yang cerdas adalah orang yang mampu menundukkan hawa nafsunya serta bisa beramal untuk bekal kehidupan setelah mati. Sebaliknya, orang yang lemah adalah orang yang memperturutkan hawa nafsunya, sementara ia berangan-angan kepada Allah” (HR. At tirmidzi, Ahmad, Ibn Majah, dan al-Hakim).

Sebagai orang tua maupun pendidik (guru) dalam lembaga, selayaknya harus mengerti benar tentang anak didik. Karena di tuntut untuk mampu mengerti dan memahmi karakter anak.

Untuk memastikan tingkat atau jenjang yang sesuai bagi mereka. Terutama anak-anak yang masih duduk di bangku pendidikan anak usia dini (PAUD) maupun di bangku taman kanak-kanak.

Dalam proses keberlangsungan pembelajaran terdapat  faktor-faktor yang ada dalam Pendidikan Anak  Usia Dini antara lain:

Baca juga:  OTG MILLENIAL, ANCAMAN LEDAKAN KASUS DI ERA NEW NORMAL

Mental

Sosiologi

Emosi

Fisik

Metode pembelajaran yang terpadu

Karakteristik anak usia dini bisa menjadi panduan bagi kita untuk lebih memahami tentang perkembangan anak. Anak adalah warisan yang harus dijaga dan diberdayakan dengan sebaik-baiknya.

Pentingnya mendidik anak sejak usia dini dikarenakan masa anak-anak  merupakan the golden age (masa emas) yang tidak boleh disia-siakan, dimana anak sangat peka mendapatkan rangsangan, baik yang berkaitan dengan aspek fisik, intelektual, sosial, emosi maupun bahasa. Dalam hal ini telah banyak diteliti oleh para ahli. Fledman dalam Jamal Ma’mur Asmani (2019: 24) mengungkapkan bahwa lima tahun (belita) merupakan masa emas yang tidak akan berulang, karena merupakan masa maling penting dan pembentukan dasar-dasar kepribadian, kemampuan, berfikir, keterampilan, dan kemampuan bersosialisasi.

Seiring dengan kebutuhan orang tua untuk mendidik  anak sejak dini, sekarang ini telah banyak bermunculan lembaga pendidikan bagi anak usia dini di Indonesia. Lembaga pendidikan ini mengemban tiga fungsi yakni melijitkan seluruh potensi kecerdasan anak , penanaman nilai-nilai dasar dan pengembangan  kemampuan dasar. Untuk memerankan fungsi tersebut dapat dilakukan melalui berbagai metode, di antaranya adalah metode cerita atau kisah. Metode ini menciptakan setting pembelajaran yang merangsang anak untuk menyukai dan memperhatikannya. Mereka akan merekam semua doktrin, imajinasi, dan peristiwa yang ada dalam cerita, jadi bukan sekedar mengikuti perintah , meniru atau menghafal. Keunggulan metode ini, anak dapat diarahkan untuk membangun pengetahuannya  yang digali oleh anak itu sendiri melalui berbagai pengalaman cerita yang ia dapatkan.

Taman kanak-kanak  banyak melakukan inovasi-inovasi pendidikan dan pengajaran demi kemajuan lembaganya, di antaranya menerapkan model pembelajaran dengan menggunakan metode cerita. Kisah ataupun cerita memang sangat menarik untuk dikaji, karena cerita itu sendiri mampu mengambil hati para pendengar maupun pembacanya baik itu orang dewasa apalagi anak-anak.dalam pembinaan sikap, metode cerita merupakan metode yang efektif dalam mendidik anak, karena kisah yang diberikan  kepada anak didik dapat mempengaruhi perasaannya dengan kuat (Muhammad Azmi, 2006:34). Metode ini sangat efektif untuk menyampaikan ajaran islam yang terkandung di balik cerita sebagaimana yang diangkat dalam al-Qur’an, misalnya: aspek aqidah, ibadah dan akhlak.

Baca juga:  Festival Pesona Moyo, Antara Pelestarian Budaya dan Peningkatan Kunjungan Wisata

Salah satu usaha  yang dilakukan dalam mendidik dan mengarhkan anak pada usia dini yakni melalui pendidikan akhlak, karena pendidikan akhlak sejak kecil merupakan unsur-unsur  yang sangat penting dalam pembentukan  kepribadian anak dan akan menjadi pengendali untuk menghadapi berbagai hal dimasa yang akan datang. Menyadari pentingnya pendidikan akhlak pada anak usia dini, maka tentunya hal ini mendapatkan respon positif bagi masyarakat pada umumnya dan para pendidik, khususnya guru atau pendidik anak usia dini.

Dalam melakukan pembinaan akhlak dan pembentukan kepribadian, harus dilaksanakan dengan mengunakan metode-metode yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Oleh karena itu dalam penerapan metode-metode  pembelajaran harus dilakukan sejalan dengan karakteristik anak usia dini yang mempunyai kepekaan yang tajam terhadap segala hal dalam pendidikan akhlak, sehingga dapat berguna bagi masa depannnya dalam rangka mempersiapkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. (KS)

Artikel di atas diterbikan untuk memenuhi tugas kuliah oleh penulis.