oleh

PERMAINAN PESAN BERANTAI TERIK JITU DALAM MENGEMBANGKAN BAHASA RESEPTIF ANAK USIA DINI

-Opini-145 views

Oleh : Sarifah (Mahasiswa Semester II PGPAUD UT)

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Bahasa merupakan kemampuan yang dimiliki oleh manusia, untuk berkomunikasi dengan manusia lainnya menggunakan tanda,misalnya kata dan gerakan .Bhasa sangat penting dalam kehidupan manusia ,tanpa bahasa seseorang tak akan bisa menyampaikan apa yang ada dalm pikiran,perasaan dan keinginannya. Seperti dIketahui bahasa itu ada dua jenis yaitu bahasa verbal dan bahasa non verbal .Bahasa merupakan anugrah dari sang Pencipta,sehingga memungkinkan individu untuk hidup bersama orang lain,membantu memecahkan masalah dalam kehidupan sebagai mahluk sosial maupun sebagai mahluk Allah yang berbudaya. Bahasa lisan dan bahasa isyarat memiliki sebuah sistim fonologis yang mengatur bagaimana simbol digunakan untuk membentuk urutan yang dikenal sebagai kata atau morfen dan suatu sistim sintaks yang mengatur bagaimana kata-kata dan morfen digabung untuk membentuk frosa dan penyebutan.

iklan

Bahasa manusia unik ,karena memiliki sifat-sifat produktivitas,rekonsif dan pergeseran,dikarenakan bahasa manusia secara keseluruhan bergantung pada konvensi serta edukasi sosial ,strukturnya juga kompleks mampu memberikan kemumgkinan ekspresi dan penggunaan yang lebih luas dari pada sistem komunikasi hewan yang diketahui. Menurut para ahli, bahasa pada hewan khususnya Primata menggunakan bahasa sebagai isyarat ada bahaya, saat makan dan saat melakukan hubungan seks, namun simbol-simbol tersebut jauh lebih rendah dibandingkan bahasa pada manusia ,walaupun terbukti mereka dapat memiliki banyak kosa kata, namun mereka tidak dapat menghasilkan kalimat-kalimat yang Orisinil. Berdasarkan penelitian tersebut bahasa merupakan alat komunnikasi pada manusia bukan pada spesies lain.

Menurut Bromley terdapat 4 aspek bahasa ,yaitu :Menyimak, berbicara, membaca dan menulis,namun menurut Permendikbud nomor 137 Tahun 2014 dibagi menjadi 3 aspek, yaitu : Memahami bahasa,mengungkap bahasa dan keaksaraan. Perkembangan bahasa ini meliputi:pemahaman dan kemampuan anak untuk mengkomunikasikan melalui ucapan dan tulisan. Dan bertujuan untuk mengembangkan kemampuan mendengarkan dan berbicara yaitu anak memahami suatu percakapn dan dapat menggunakan bahasa lisan secara tepat untuk berkomunikasi dengan orang lain sedang kemampuan membaca dan menulis yaitu mempunyai pengetahuan tentang huruf-huruf ( Alfabet ),dapat menuliskan huruf dan kata.

Bahasa yang digunaka oleh anak sehari-hari sedikit berbeda dengan bahasa yang digunakan oleh orang dewasa ini disebabkan oleh kemampuan anak itu sendiri yang masih terbatas dan belum maksimal pada semua aspek. Bahasa anak adalah bahasa yang dipakai oleh anak untuk menyampaikan keinginan, pikiran harapan,permintaan dan lain-lain untuk kepentingan pribadinya. Pengembangan kemampuan berbahasa bertujuan agar anak mampu mengungkapkan pikiran melalui bahasa yang sederhana secara tepat. Mampu berkomunikasi secara efektif, dan membangkitkan minat untuk dapat berbahasa Indonesia. Pengembangan bahasa diarahkan agar anak mampu menggunakan dan mengekspresikan pemikirannya dengan menggunakan kata-kata.

Dengan kata lain pengembangan bahasa lebih diarahkan agar anak dapat mengolah kata secara komprehensif, mengekspresikan kata-kata tersebut dalam bahasa tubuh(ucapan dan perbuatan) yang dapat difahami oleh orang lain, Mengerti setiap kata mengartikan dan menyampaikan secara utuh kepada orang lain, berargumentasi ,meyakinkan orang melalui kata-katayang diucapkannya. Pertumbuhan bahasa dibagi dua ada yang bersifat resiptif dan ada yang bersifat ekspresif. Yang bersifat resiptif, seperti mendengarkan dan membaca suatu informasi, sedangkan yang bersifat ekspresif adalah ( yang bersifat pernyataan ), seperti berbicara dan menuliskan suatu informasi untuk didokumentasikan kepada orang lain. Aspek-aspek yang berkaitan dengan perkembangan bahasa lisan anak adalah kosa kata, sintaksis, ( tata bahasa ), semantic, fonem ( bunyi kata ). Ada dua tipe perkembangan berbicara anak Egosentric Speech dan Socialiced Speech. Pada anak TK usia 4-6 tahun kemampuan bahasa yang paling umum digunakan adalah kemampuan berbicara.

Baca juga:  Dilematis Belajar Dari Rumah Di Tengah pandemi

Adapun tugas-tugas perkembangan bahasa anak usia 5-6 Tahun adalah: Memahami Bahasa, seperti : Mengerti beberapa perintah secara bersamaan ,mengulang kalimat yang lebih komplek,memahami aturan dalam suatu permainan,senang dan menghargai bacaan. Untuk Mengungkaap bahasa : Keaksaraan seperti : Mengenal simbol-simbol, mengenal suara-suara hewan/benda yang ada di sekitar, membuat coretan yang bermakna,meniruh ( menulis dan mengucapkan ) A-Z Menurut Dawson keterampilan berbahasa itu di sekolah biasanya ada empat,seperti : 1. Ketrampilan Menyimak atau mendengarkan. 2. Ketrampilan berbicara, 3. Ketrampilan Membaca dan yang ke empat ketrampilan Menulis. Semua ketrampilan itu erat sekali hubungannya dengan peroses-peroses berpikir yang mendasari bahasa.

Salah satu kegiatan yang dapat menstimulasi kecerdasan interpersonal anak adalah dengan bermain,Bermain ini banyak jenisnya ,seperti permainan tebak kata,permainan siapa dia,permainan sembunyi huruf ,permainan kartu huruf,permainan kartu bergambar,permainan timbul dan tenggelam dan lain sebagainya,tapi permainan yang kita bicarakan di sini adalah permainan pesan berantai. Permainan pesan berantai ini termasuk ke dalam kategori Menyimak bahasa. Menyimak bahasa adalah kemampuan memahami pesan yang disampaikan melalui bahasa lisan. Menyimak suatu peroses yang mencakup kegiatan mendengar,mengidentifikasi,menginterprestasi bunyi bahasa kemudian menilai hasil interprestasi makna dan menanggapi pesan yang tersirat di dalam wahana bahasa tersebut.,sedangkan menurut Russel dan Russel mengemukakan ,bahwa menyimak itu adalah suatu peroses mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh pemahaman ,perhatian,apresiasi dan interprestasi untuk memperoleh informasi ,menangkap isi atau pesan serta memahami makna komunikasi yang telah disampaikan sang pembicara,melalui ujaran atau bahasa lisan. Dalam bahasa Indonesia kata” menyimak’ memiliki kemiripan makna dengan “mendengar” dan “mendengarkan”. Oleh karena itu ketiga istilah itu sering menimbulkan kekacauan pemahaman, bahkan sering dianggap sama,sehingga digunakan secara bergantian. Banyak orang yang tidak bisa membedakan antara menyimak dan mendengarkan, bahkan menganggap menyimak dan mendengarkan adalah kegiatan yang sama, sehingga banyak menimbulkan kesalah-fahaman mengenai makna menyimak dan mendengarkan. Menyimak(listening) dikatakan sebagai kegiatan berbahasa reseptik dalam suatu kegiatan bercaka-cakap( talking) dengan medium dengar ( aural ) maupun medium pandang ( visual ) dalam pengajaran bahasa, sering kita jumpai istila mendengar.

Permainan Pesan Berantai Kecerdasan interpersonal merupakan salah satu kecerdasan yang sangat penting, maka dari itu kecerdasan interpersonal harus distimulasi dan dikembangkan sejak dini. Adapun kegiatan yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kecerdasan interpersonal anak yaitu dengan bermain. Bermain bagi anak usia dini sudah tidak asing lagi. Setiap ada anak usia dini, di situ pasti dijumpai kegiatan bermain, karena memang bermain merupakan dunianya anak-anak. Bermain merupakan serangkaian kegiatan atau aktivitas anak untuk bersenang-senang. Bermain harus dipahami sebagai upaya menjadikan anak senang, nyaman, ceria, dan bersemangat. Sementara itu, permainan adalah cara bermain dengan mengikuti aturan-aturan tertentu yang dapat dilakukan secara individu maupun berkelompok guna mencapai tujuan tertentu. Kecerdasan interpersonal anak usia dini dapat dikembangkan dan distimulasi melalui berbagai kegiatan bermain anak yang melibatkan kerja sama dengan orang lain. Artinya permainannya harus dapat dilakukan oleh beberapa orang atau bersama-sama, sehingga akan melatih hubungan sosial anak. Salah satu permainan yang dapat dilakukan secara bersama-sama adalah permainan pesan berantai. Permainan pesan berantai termasuk dalam kategori permainan aktif yang dapat dilakukan oleh anak usia dini secara berkelompok. Permainan ini juga merupakan permainan yang membutuhkan konsentrasi, kerja sama, serta komunikasi. Menurut Fadhli (2010: 31) permainan pesan berantai memiliki beberapa manfaat yaitu melatih konsentrasi, melatih kerja sama, serta dapat mengembangkan komunikasi. Permainan pesan berantai dapat melatih konsentrasi anak, karena dalam permainan ini anak harus mengingat kata-kata yang diberikan oleh guru untuk disampaikan kepada temannya. Selain itu, permainan ini juga dapat melatih kerjasama anak. Hal ini dikarenakan permainan pesan berantai merupakan permainan yang dilakukan secara berkelompok dan membutuhkan kerjasama untuk mencapai keberhasilan dalam permainan ini. Selanjutnya permainan ini juga dapat mengembangkan komunikasi, karena dalam permainan ini anak melibatkan teman yang lain sehingga pada waktu bermain anak akan berkomunikasi dan berinteraksi dengan temannya. Permainan ini juga dapat menambah perbenharaan kata. Adapun cara bermain permainan pesan berantai yaitu: 1) Guru menyiapkan beberapa rangkaian kata yang tingkat kesulitannya disesuaikan dengan tema serta kemampuan anak. Misalnya: Jeruk bervitamin C. 2) Guru membagi anak dalam beberapa kelompok. 3) Anak-anak membentuk satu baris berdasarkan kelompok yang telah dibagi. 4) Setelah siap, bisikkan sebuah kalimat pada anak yang berada di paling ujung (anak pertama). 5) Setelah membisikkan kalimat kepada anak yang berada di ujung (anak pertama) pada setiap kelompok, maka guru memberi aba-aba berupa hitungan untuk memulai permainan. 8 6) Setelah guru memberi aba-aba, maka anak membisikkan kalimat yang diberikan oleh guru secara lengkap pada teman yang berada di depannya. 7) Selanjutnya anak tersebut membisikkan lagi kepada teman berikutnya. 8) Setelah kalimat yang diberikan oleh guru tersebut sampai pada anak yang berada di ujung (anak terakhir), maka anak yang terakhir tersebut mengangkat tangan dan mengucapkan kalimat tadi dan guru mengoreksinya. Apabila benar, maka kelompok tersebut mendapat poin. 9) Lakukan secara bergantian dengan urutan anak serta kalimat yang berbeda. 10) Setelah beberapa babak permainan, maka ditentukanlah pemenangnya

Baca juga:  Pengaruh Junk Food terhadap Perkembangan Kesehatan Mahasiswa

Kemampuan Perkembangan bahasa Anak Usia Dini akan meningkat melalui kegiatan bermain,karena Anak Usia Dini adalah masa-masa bermian ,segala kegiatannya dilakukan melalui bermain ,sebagaimana selogan Bermain sambil Belajar dan Belajar seraya Bermain. Ketika seorang anak sedang bermain ,maka akan timbul pengetahuan baru ,di mana mereka bereksplorasi dan berimajinasi saat permainan berlangsung. Semua aspek kemampuan perkembangan akan meningkat seiring latian dan kematangan anak. Di mana kreatifitas anak dan ide-ide baru akan bermunculan saat bermain ,salah satunya melalui kegiatan Permainan Pesan Berantai ini Anak akan menjadi terlatih untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain,JADI permainan Pesan Berantai ini merupakan salah satu permainan untuk mengembangkan Bahasa Anak Usia Dini. (KS)

Artikel diatas untuk memenuhi tugas penulis.