oleh

COVID-19 DAN KREATIVITAS BELAJAR DI SEKOLAH

-Opini, Pendidikan-84 views

Oleh : Hasriani – Mahasiswa Semester 5 Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Samawa.

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Covid 19 pertama kali ditemukan di kota wuhan, cina pada akhir desember 2019. Virus ini menular dengan sangat cepat dan telah menyebar ke hampir semua negara, termasuk indonesia hanya dalam waktu beberapa bulan. Virus ini adalah virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Kasus virus hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu, namun virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan seperti infeksi paru- paru. Virus ini menular melalui percikan dahak dari saluran pernapasan, misalnya ketika berada di ruang tertutup yang ramai dengan sirkulasi udara yang kurang baik atau kontak langsung. Hal tersebut membuat bebrapa negara menerapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdown dalam rangka mencegah penyebaran virus corona. Di indonesia diberlakukan kebijakan pembatasan sosial berskala besar { PSBB } untuk menekan penyebaran virus.

iklan

Virus corona yang menyebabkan covid 19 bisa menyerang siapa saja. Menurut data yang rililis gugus tugas percepatan penanganan COVID 19 , jumlah kasus terkomfirmasi positif hingga 19 oktober 2020 adalah 361.867 orang denga jumlah kematian 12.511 orang, tingkat kematian akibat COVID 19 adalah sekitar 3,5 %. Jika di lihat dari persentase angka kematian yang di bagi menurut golongan usia, maka kelompok usia di atas 60 tahun memiliki persentase angka kematian yang lebih tinggi di bandingkan golongan usia lain. Sedangkan berdasarkan jenis kelamin, 58,7% penderita yang meninggal akibat COVID 19 adalah laki- laki dan 41, 3% sisanya adalah perempuan.

Pandemi covid 19 membuat berbagai kegiatan pembelajaran yang tadinya di lakukan dengan tatap muka kini di paksa berubah menjadi pembelajaran jarak mdengan memamfaatkan media dalam jaringan (daring ) maupun luar jaringan. Banyak guru mencoba berinovasi mengembangkan kreatifitas. Ini merupakan bentuk bagaimana seorang guru melakukan hal yang relevan dengan keadaan siswa tetapi tetap masuk dalam koridor mata pelajaran. Peningkatan mutu pendidikan tidak berpatokan pada bagaimana kebijakan kementrian pendidikan dan kebudaya dilaksanakan dilapangan semata. Pelaku pendidkan seperti guru juga berperan besar sebagai penentu kualitas pendidikan yang bagus.

Baca juga:  Gerak Jalan Siswa TK Peringati Hardiknas

Covid 19 telah menambah masalah dalam dunia pendidikan sejak akhir maret 2020 diminta belaajar di rumah. Muncul persoalan ini di buktikan pendapat dari orangtua dan anak-anak yang menyebut kejenuhan mulai di rasakan saat belajar di rumah. Saatnya guru berinovasi, kreatifitas guru mulai dikembangkan di masa pandemi covid 19 dalam pemberian tugas kepada peserta didik. Jika sebelum sekolah adalah rumah kedua bagi anak, ditengah pandemi covid 19 saat ini keadaan bebalik menjadi sekolah untuk anak.

Program belajar dari rumah itu berkaitan dengan berbagai materi pembelajaran, dari pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, hinggah menengah. Sejak covid 19 banyak mempertanyakan bagaimana kesiapan kementrian pendidikan dan kebudayan soal arahan belajar online. Disini guru bisa bertukar informasi mengenai cara mengajar berbasis online. Akan tetapi dalam praktiknya, pembelajaran jarak jauh akibat pandemi virus tersebut yidak semudah yang di bayangkan karena banyak kendala yang harus di hadapi, seperti keterbatasan infrastruktur jaringan telekomunikasi , terutama di daerah – daerah terpencil.

Kendala lain yang harus di hadapi adalah masalah sarana yang di gunakan siswa dalam kegiatan pembelajaran jarak jauh berupa telepon pinatar atau laktop, meskipun jaringan telekomunikasi atau internet didaerahnya telah tersedia dengan baik hal itu disebabkan tidak semua siswa maupun orang tuanya yang memiliki telepon pintar atau laktop untuk kegiatan pembelajaran jarak jauh karena faktor ekonomi. Bahkan tidak sedikit orang tua yang mengeluhkan pembengkakan biaya untuk pembelian paket data yang di gunakan anak – anak mereka dalam mengakses pembelajaran jarak jauh melalui jaringan internet di telepon pintar maupun laptop.

Dengan menggunakan sisten daring, siswa tetap belajar dan mengasah kemampuan akademik maupun non akademik. Di dukung kerja kreatif para guru, siswa tetap memperoleh pendidikan yang tepat meski dalam keterbatasan ruang. Kreativitas guru dalam menyajikan kegiatan belajar terus mendukung perkembangan dan menstimulus kecerdasan siswa. Seperti memberikan tugas sesuai dengan tema belajar yang sedianya sudah di rancang.

Baca juga:  Peringati Hari Bumi, Civitas Akademika UNSA Lakukan Penanaman Manggrove

Kreativitas mengajar menjadi bagian yang sangat penting dalam sistem pembelajaran daring pada masa covid 19. Kreativitas ailah kemampuan untuk memberikan gagasan – gagasan baru dan menerapakannya dalam pemecahan masalah. Kreativitas mengajar guru menjadi penting dalam menghadapi masalah covid 19. Akan timbul masalah dalam pelakasanaan pembelajaran daring, jika kreativitas guru rendah. Dalam menghadapi tantangan pandemi covid 19, dituntut untuk memiliki kreativitas yang tinggi dalam sistem pembelajaran daring karena guru merupakan jabatan profesional yang terkait langsung di dalam dunia pendidikan dan berintraksi dengan siswa dalam kesehariannya harus memiliki kreativitas yang tinggi.

Peran guru sekaligus pembimbing siswa dalam pembelajaran tidak dapat di tinggal;kan agar siswa dapat terlayani dengan baik. Salah satu contoh sederhana yang dapat dilakukan oleh guru memberikan materi pembelajaran bagi siswa dirumah adalah mengirimkan ceita-cerita pendek atau vidio. Cerita pendek atau vdio yang di maksut tentu berisi nilai-nialai kebenaran. Melalui pembelajaran yang kreatif dan terjangkau dengan keadaan dirumah, siswa tetap dapat belajar dengan baik. Meskipun terdapat berbagai kendala, dengan ketelatenan dan kreativitas guru, kendala tidak akan merungi inti dari pendidikan. (KS)

Artikel diatas diterbitkan guna memenuhi tugas tehnik penulisan artikel dan feature oleh penulis