oleh

Warga Desa Moyo Sosialisasikan Protokol Kesehatan Melalui Senam dan Kesenian

Sumbawa Besar, KabarSumbawa.com – Pemerintah Desa Moyo, Kecamatan Moyo Hilir, menggunakan cara unik mensosialisasikan protokol kesehatan penanganan Covid-19 kepada masyarakat.

Yakni melalui senam sehat dan kesenian tradisional Sakeco. Sakeco merupakan kesenian daerah Sumbawa yang bersumber dari lawas atau syair khas Tau Samawa (Masyarakat Sumbawa).

iklan kampanye

Kegiatan yang digelar, Sabtu (03/10/2020) pagi ini, diikuti oleh 100 lebih peserta senam yang diatur jaraknya 1 sampai 2 meter. Pengaturan jarak dilakukan sebagai bentuk sosialisasi dan dimulasi penerapan protokol kesehatan dierah adaptasi kenormalan baru. Sementara, Sakeco yang dilantunkan oleh kelompok seni masyarakat setempat ini melantunkan kalimat-kalimat atau syair-syair edukukasi tentang virus corona.

Kegiatan dihadiri oleh Kapolres Sumbawa, Camat Moyo Hilir, Kapolsek, Kepala Desa Moyo, Babhinkamtibmas, serta peserta senam. Kegiatan digelar alun-alun Desa setempat.

Baca juga:  HUT ke-59 Kabupaten Sumbawa, Husni-Mo Paparkan Pengembangan Inovasi Daerah

Kepala Desa Moyo, Junaidi, mengatakan, berbagai cara telah dilakukan oleh Pemerintah Desa, dalam mensosialisasikan protokol Covid-19 kepada masyarakat. Yang uniknya, kali ini diinisiasi oleh ibu-ibu PKK Desa Moyo, melalui Senan Sehat enam langkah cuci tanhan dan kesenian khas Sumbawa yakni Sakeco.

“Inilah sebagai bentuk komitmen kami Desa Moyo bagaimana berkereasi menlejaskan kepada masyarakat dengan berbagai cara menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya.

Dia berharap, kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat luas bagaimana melakukan kegiatan melibatkan banyak orang namun tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Walaupun senam ini dilakukan banyak orang, tetapi kita tetap mengatur jarak sesuai dengan protokol kesehatan. Karena ini di lapangan luas, kami bisa mengundang banyak orang dengan tetap menjaga jarak. Ini menjadi contoh kepada masyarakat lain, kita berkumpul boleh namun tetap kita mengatur jarak kita masing-masing,” pungkasnya.

Baca juga:  Festival Moyo Tidak Lagi Terfokus Pada Bulan Tertentu

Ditempat yang sama, Kapolres Sumbawa AKBP Widy Saputra S.IK, memberikan apresiasi terhadap apa yang dilakukan oleh masyarakat Desa Moyo ini. Menurutnya, ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat secara luas.

“Hari ini adalah sebuah contoh yang disajikan oleh masyarakat Desa Moyo bahwa yang sampaikan berkumpul di lapangan yang harus berjarak seperti tadi. Kemudian ditampilkan contoh mencuci tangan yang dirangkaikan dalam bentuk gerkan senam. Jadi dua hal yang menjadi poin penting disini adalah bagiaman berkerumun dengan berjarak. Dan bagaimana coci tangan yang benar,” pungkasnya. (KS/aly)