oleh

Macet, Dua Lokasi Lampu Lalu Lintas Belum Diperbaiki

Sumbawa Besar, KabarSumbawa.com – Keberadaan Traffic Light atau lampu lalu lintas sangat bermanfaat bagi kelancaran lalu lintas kendaraan. Namun sebaliknya jika lampu tersebut tidak berfungsi maka akan cukup mengganggu aktifitas kendaraan di jalanan.

Seperti Traffic lampu lalu lintas yang berada di wilayah Kelurahan Bugis dan Labuhan Sumbawa mengalami kemacetan. Kondisi ini telah terjadi cukup lama. Sehingga cukup mengganggu aktifitas lalu lintas di jalan tersebut. Kondisi ini juga dikhawatirkan terjadinya kecelakaan lalu lintas.

iklan kampanye

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumbawa, Drs. Abdul Aziz, M.Si, Senin (07/09/2020) kepada wartawan membenarkan terjadinya kemacetan traffic light di dua lokasi tersebut. Dikatakan, kedua lampu lalu lintas tersebut telah mengalami kemacetan cukup lama. Pihaknya belum bisa melakukan perbaikan terhadap kedua lampu tersebut karena masih menjadi aset provinsi.

Baca juga:  Polisi Tangkap Pengedar Narkoba Di Kalangan Pelajar

Dijelaskan, khusus yang berada di Kampung Bugis, sudah macet sejak dua bulan yang lalu. Sedangkan yang berada di Labuhan Sumbawa tepatnya di depan Dinas Perhubungan kemacetan terjadi sejak pertengahan 2019 lalu. Baru kemudian pada Agustus 2020 terjadi macet total.

Traffic Light simpang Karaci setelah terminal sumur payung menuju Kota Sumbawa

Terhadap kondisi ini kata dia, pihak Dinas Perhubungan provinsi sudah melakukan pengecekan ke lokasi. Pihaknya juga telah bersurat ke Provinsi untuk mempercepat perbaikan.

“Itu miliknya provinsi. Disamping mereka sudah melakukan pengecekan, kami sudah mengambil langkah-langkah menyurati Dinas Perhubungan provinsi untuk mempercepat proses perbaikan. Jawaban orang provinsi Insya Allah nanti anggaran perubahan nanti untuk perbaikan,” terangnya.

Baca juga:  Gorengan Isi Sabu Diselundupkan ke Lapas

Diungkapkannya, nantinya setelah diperbaiki, rencananya Dinas Perhubungan Provinsi akan menyerahkan aset traffic light ini ke kabupaten. Pihaknya pun menyambut baik rencana ini. Karena jika sudah menjadi aset kabupaten, pihaknya bisa lebih cepat melakukan perbaikan jika terjadi gangguan. Seperti halnya traffic light yang berada di dekat Lapangan Pahlawan dan Lawang Gali.

“Kalau diserahkan jadi aset kita nanti, akan lebih cepat kita tangani. Karena dengan terjadinya kemacetan ini, rentan terjadi kecelakaan,” tukasnya. (KS/aly)