oleh

Ini Pesan Wabup KSB Pada Pengukuhan Bunda PAUD KSB

Sumbawa Barat, KabarSumbawa.com – Wakil Buapti Sumbawa Barat Fud Syaifuddin, ST dalam Sambutannya pada acara pengukuhan Bunda PAUD Kecamatan, Desa dan Kelurahan memberikan pesan kepada seluruh Bunda PAUD yang dikukuhkan tersebut agar melatih kesabaran. Bunda PAUD yang merupakan istri dari para Camat, Para Lurah dan Para Kepala Desa adalah status yang tidak bisa terpisahkan dari peran dan fungsi dari Suami. Suami dari para Bunda PAUD tersebut memiliki tugas di wilayah masing-masing memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Semua hal dilakukan untuk memberikan pelayanan, tetapi tidak semua dapat dipuaskan. Kadang ada masyarakat yang sudah kita layani, dan ketika kita belum bisa melayani dengan baik untuk yang kedua kalinya, kita langsung dibenci, dicaci, dan sebagainya.

Terutama bagi istri Kepala Desa. Kepala Desa yang merupakan jabatan politik juga mempunyai tanggungjawab untuk mensejahterakan masyarakat di Desanya, bukan hanya konstituennya saja. Kepala desa harus bisa melayani semua yang menjadi kepentingan pembangunan di Desanya. Tetapi kepala Desa akan berhadapan dengan keinginan warganya yang dulunya telah memilihnya dalam pencalonan Kepala Desa. Jika keinginannya belum dapat dipenuhi, dikarenakan harus memberikan pelayanan yang merata kepada masyarakat, lalu sang Kepala Desa mendapat hinaan dan cacian dari warganya tersebut. Hal ini pun turut dirasakan oleh para istri Kepala Desa yang selama 24 jam mendampingi suaminya dalam suka maupun duka, ungkap Wabup

iklan

Untuk itulah, tugas sebagai Bunda PAUD sangat berat. Kuncinya adalah sabar dan Ikhlas. Para Bunda Paud Kecamatan, Kelurahan dan Desa silahkan belajar kepada Ketua PKK Sumbawa Barat yang juga Istrinya Bupati dan Ketua GOW yang istrinya Wakil Bupati. Mereka berdua harus memiliki ketahanan Kesabaran luar biasa dalam menjalankan tugasnya sebagai Istri Bupati dan Wakil Bupati. Mereka harus sabar ketika suaminya di caci, dimaki dan dihina, karena mereka sadar bahwa masyarakat yang mencaci dan memaki tersebut adalah rakyatnya juga. Sikap sabar yang diambil tersebut merupakan sikap yang luar biasa yang harus dicontohi oleh para Bunda Paud Kecamatan, Desa dan Kelurahan karena saya yakin kalian semua pasti akan berada pada posisi tersebut. Para istri harus bisa menjaga harkat martabat keluarga dan suami, disamping juga mempunyai tugas bagaimana memikirkan agar para Guru PAUD yang ada di wilayahnya dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. “Tidak ada istilah Bapak PAUD, yang ada hanyalah Bunda PAUD, karena pada diri bunda terdapat keistimewaan di mata Rasulullah dan di depan Allah SAW”, Ungkap Wabup.(*)