oleh

Manfaatkan Lahan Sempit, KKL-T UNSA Intensifikasi Pertanian dengan Teknik Hidroponik

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Memanfaatkan lahan sempit sebagai tempat bercocok tanam sangat bisa dilakukan. Pekarangan rumah pun bisa digunakan jika kita memilih teknik penanaman yang tepat.

Sepeti yang dilakukan oleh Mahasiswa KKL Tematik Universitas Samawa (UNSA) Tahun 2020, Kelompok B-1, memanfaatkan keterbatasan lahan untuk menanam berbagai jenis sayuran. Adalah menggunakan teknik hidroponik sistem sumbu dan memanfaatkan limbah botol plastic sebagai media tanam.

iklan kampanye

Bercocok tanam menggunakan teknik Hidroponik terbilang cukup mudah, alat dan bahannya pun murah karena memanfaatkan limbah yang banyak ditemukan di lingkungan sekitar kita.

Alat dan Bahan yang digunakan dalam prakteknya, antara lain, Botol plastik (ukuran 1.5 liter dan 600 ml), Kain Flanel, Cutter, Gunting, Rak Besi/kayu, Benih Sayuran, Polybag, Tanah, dan Spidol.

Baca juga:  Bersama Puluhan Wartawan, INOVASI Bahas Isu Pendidikan

Kemudian cara pembuatannya juga cukup mudah. Pertama, Semai benih sawi di dalam polybag. Bentuk bulatan pada botol plastik berukuran 1.5 liter dengan posisi horizontal menggunakan spidol, lalu gunting sesuai dengan pola. Potong botol plastik ukuran 600 ml menjadi dua bagian, setelah itu beri celah menggunakan cutter pada bagian bawah botol sebagai tempat kain flannel agar menjuntai ke bawah (botol plastik ukuran ini digunakan sebagai media tanam pengganti pot).

Setelah benih sawi tumbuh, pindahkan ke dalam pot plastik. Pot yang telah ditanami bibit diletakkan pada botol yang telah diisi air dengan perkiraan 2/3 botol. Pastikan kain flannel masuk ke dalam air.

Baca juga:  Hari Ini, Tim Identifikasi dan Inventarisasi Dikpora KSB Turun Ke Sekolah-Sekolah Terdampak Gempa 7.0 SR.

Setelah itu letakkan botol pada rak. Karena air merupakan tenaga utama dalam bertanam hidroponik, maka jumlah air yang dibutuhkan cukup banyak. Tempatkan tanaman tersebut ditempat yang terkan matahari. Karena kunci yang harus dipegang saat bertanam hidroponik adalah sinar matahari.

Erma Suryani, M.Pd, Pembina Mahasiswa KKL-T Unsa Tahun 2020 Kelompok B-1, mengatakan, kelebihan teknik hidroponik sistem sumbu yaitu self-watering (penyiraman sendiri), proses penyiraman tidak perlu dilakukan setiap hari dan lebih mudah dikontrol.

Erma berharap, adanya pemanfaatan teknologi hidroponik ini mampu meningkatkan produksi sayuran untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sebagai upaya Ketahanan Pangan terutama ditengah pendemi Covid-19 yang mewabah ini. (KS/aly)