oleh

Puluhan Desa Alami Krisis Air Bersih

Sumbawa Besar, KabarSumbawa.com – Sebanyak 42 Desa di Kabupaten Sumbawa sedang mengalami krisis air bersih. Puluhan desa yang tersebar di 17 Kecamatan.

Puluhan Desa dimaksud yakni Desa Serading di Kecamatan Moyo Hilir, Desa Lopok, Desa Lopok Dalam dan Desa Tatede di Kecamatan Lopok, Desa Mata dan Desa Tolo’i di Kecamatan Tarano, Desa Merpe, Desa Batu Putih, Desa Sinar Jaya dan Desa Teluk Santong di Kecamatan Plampang, Desa Boal di Kecamatan Empang, Desa Labangka 1, Desa Labangka 2 dan Desa Labangka 3 di Kecamatan Labangka.

iklan kampanye

Kemudian Desa Maman, Desa Pernek, Desa Mokong, Desa Marga Karya, Desa Semamung, Desa Lito dan Desa Brang Rea di Kecamatan Moyo Hulu, Desa Lape, Desa Hijrah di Kecamatan Lape, Desa Luk Karya di Kecamatan Rhee, Desa Mapin Kebak dan Desa Mapin Beru di Kecamatan Alas Barat, Desa Baru, Desa Pungkit, Desa Kukin, Desa Sebewe, Desa Ai Bari dan Desa Ai Limung di Kecamatan Moyo Utara, Desa Lenangguar di Kecamatan Lenangguar, Desa Pelat dan Desa Klungkung di Kecamatan Unter Iwes, Desa Labuhan Bajo di Kecamatan Utan, di Pulau Kaung di Kecamatan Buer, Pulau Bungin dan Desa Labuhan Alas di Kecamatan Alas serta Desa Labuhan Badas di Kecamatan Labuhan Badas.

Baca juga:  Pabrik Penggilingan Padi Modern Segera Dibangun

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, M. Nurhidayat S.T, Minggu (23/08/2020) membenarkan hal itu. Dikatakan, pihaknya telah menerima permintaan bantuan air bersih dari puluhan Desa tersebut.

“Ada 42 Desa yang saat ini mengalami krisis air bersih. Mereka sudah mengajukan permintaan bantuan,” ujarnya

Terhadap permintaan bantuan air bersih ini, BPBD Sumbawa sudah meneruskan kepada BPBD Provinsi NTB. Karena bantuan dari kabupaten yang awalnya sudah dianggarkan, tapi kemudian dialihkan untuk penanganan Covid-19.

“Kami menunggu dari Provinsi. Kemarin sebetulnya sudah kita anggarkan, tapi ditarik kembali lagi untuk penanganan covid,” ungkapnya.

Baca juga:  Sumbawa Pasok 7000 Ton Beras ke Waingapu NTT

Ditambahkannya, pengajuan bantuan air bersih ini sudah disampaikan sejak bulan Juli lalu oleh pihak desa. Tapi karena belum adanya penyaluran membuat kondisi di lapangan kian parah.

“Desa yang terdampak kekeringan ini sangat butuh air bersih. Senin besok kebetulan akan dirapatkan di Provinsi. Semoga ada kabar baik dan segera tersalurkan, karena ini sangat mendesak,” pungkasnya. (KS/aly)