oleh

Antisipasi Serangan, Diskominfotik Sumbawa Siapkan Ahli Keamanan Siber

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Dinas Kominikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Sumbawa, menyiapkan ahli kemananan siber, guna mengantisipasi potenti terjadinta serang siber.

Kepala Diskominfotik Sumbawa, Rachman Ansori, Senin (03/08/2020) menjelaskan, di Era Industri 4.0 terlebih adanya pandemi Covid-19 mau tidak mau membawa kita kepada sebuah fase perubahan yang melibatkan berbagai aspek teknologi digital ke dalam ruang lingkup yang lebih luas.

iklan kampanye

Namun kata dia, revolusi teknologi tersebut tak luput dari permasalahan. Salah satunya keamanan siber yang diakibatkan oleh kerentanan dalam sebuah jaringan. Untuk menghadapi ancaman serangan siber yang semakin kompleks dan canggih, sebuah organisasi perlu mempersiapkan strategi keamanan yang tepat dalam menjalankan proses transformasi tersebut.

Baca juga:  Bertambah, Tujuh Daerah Terpencil Sumbawa Segera Nikmati Sinyal Seluler

Lanjutnya, People Process dan Technology merupakan pilar terpenting untuk menciptakan sebuah strategi keamanan yang tepat. Manusialah yang memiliki peran untuk mengendalikan beragam teknologi yang digunakan. Namun, seringkali manusia tidak sadar berbagai kesalahan dapat terjadi dalam menggunakan perangkat komputer.

“Akibatnya potensi serangan siber dengan mudah masuk dan mengganggu sistem yang sudah terkoneksi dan interkoneksi, serta dapat berisiko tinggi pada dampak bisnis, seperti merusak reputasi bahkan kerugian finansial yang besar,” jelasnya.

Terhadap kondisi ini, pihaknya telah menugaskan Kepala Seksi Aplikasi dan Tata Kelola E-Government, R. Rudi Yulianto, SE, MSc., MAP., untuk mendalami operasi keamanan siber melalui beasiswa Digitalent Kominfo pada program CCNA Cyber Operations Specialist (CCNA-COP) selama 3 (tiga) bulan.

Baca juga:  Bupati Sumbawa Beri Pernghargaan Kepada 6 Admin Pengelola Website OPD Terbaik

Melalui program tersebut yang bersangkutan dilatih diantaranya untuk menganalisa keamanan siber, mengklasifikasi serangan-serangan dalam jaringan, menjalankan perangkat pengamanan siber, menjalankan berbagai model tindakan preventif dari serangan siber, mengkoordinasi dan mengevaluasi peringatan keamanan jaringan serta mampu menjelaskan bagaimana insiden keamanan ditangani oleh CSIRTs (Computer Security Incident Response Team).

Hasil akhirnya, yang bersangkutan telah menyelesaikan program tersebut dengan hasil yang maksimal dan berhasil memperoleh sertifikat dari Cisco yang merupakan perusahaan multinasional di bidang IT dari Amerika,” pungkasnya. (KS/aly)