oleh

Mengubah Limbah Kayu Jadi Barang Bernilai Ekonomis

-Ekonomi-267 views

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Ditengah pendemi Covid-19 yang mewabah di Tanah Air, membuat berbagai sektor kehidupan sangat terganggu. Terlebih di bidang ekonomi. Berbagai upaya dilakukan oleh semua pihak, baik Pemerintah, Swasta, bahwa hingga masyarakat untuk meningkatkan prekonomiannya di massa pandemi ini. Caranya pun beragam.

Seperti yang dilakukan oleh M. Yudi Raharja, Warga Lingkungan Pasir Kampung Panca Warga, Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Yudi Raharja yang akrab disapa Didit ini, mengolah libah kayu menjadi barbagai barang yang memiliki nilai ekonomis.

iklan kampanye

Berbagai barang yang disulap dari limbah kayu diantaranya, Tray, Kursi, meja, lemari, kotak tysu, hiasan meja, Stand Handpone, dan barang bermanfaat lainnya, serta tergantung dari pesanan para peminatnya. Harganyapun beragam. Tergantung dari tingkat kerumitannya. Dari yang termurah puluhan ribu hingga jutaan rupiah.

Didit yang ditemui di rumahnya, menceritakan, ia mulai mengolah limbah kayu menjadi barang bernilai ekonomis ini, berawal dari ia melihat banyaknya potensi limbah kayu di Sumbawa. Seperti lembaran-lembaran kayu Sati sisa olahan pabrik waupun limbah kayu hasil tebangan masyarakar.

Umumnya limbah kayu tersebut hanya digunakan oleh masyarakat setempat sebagai bahan pembuatan pagar, bahkan dijadikan kayu api. Adanya juga yang terbuang begitu saja. Sehingga tidak memiliki nilai apapun.

Baca juga:  Masker di Sejumlah Ritel Modern di Kota Sumbawa, Kosong

Namun, ditangan kreatifnya itu, limbah yang jika dibaut sebagi bagar itu hanya bernilai puluhan ribu rupiah saja, ketika diolah Didit menjadi berbagai barang seperti properti hiasan meja caffe salah satunya, maka limbah kayu tersebut bisa bernilai ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

“Jadi gini, berangkat dari melihat banyaknya potensi limbah kayu di Sumbawa. Contoh ada sisa potongan kayu jati, umumnya orang hanya dibuatkan untuk pagar. Itu sangat murah. Kita coba kelolah menjadi barang kreatif. Saya biasa membeli 1 L300 seharga 500 ribu. Ketika saya olah, bisa menjadi barang bernilai jutaan. Untuk atribut caffe saja bisa sampai 3 hingga 4 juta. Itu dasarnya kita kelolah limbah ini. Untuk pemasaran kita menyasar pasar kekinian. Seperti Caffe, Hotel. Kita juga pasarkan melalui Instagram, Google Maps dan Marketplace,” ungkapnya.

Salah satu limbah kayu yang telah diolah

Selain itu, ia ingin membuat satu wadah kreatif bagi siapa saja yang ini bejalar cara mengolah limbah kayu menjadi barang bernilai ekonomis, di luar pembelajaran formal. “Misi saya yang kedua adalah untuk menjadi wadah bagi anak-anak yang kreatif supaya mereka yang ingin belajar, saya bisa membantu di luar yang formal,” terangnya.

Baca juga:  Perlu Dukungan Anggaran Dorong KRPL

Namun lanjutnya, usahanya ini sempat berhenti beberapa tahun belakangan ini lantaran ia memiliki kesibukan lain. Juga kurangnya tanaga sehingga selama ia off, tidak ada yang melanjutkan. Dalam waktu dekat kata dia, kegiatan tersebut akan kembali dilanjutkan. Mengingat ia mendapat banyak dukungan dari berbagai pihak, seprti pemuda ditempat ia tinggal ini mulai antusia dan ingin belajar mengolah limbah, serta dari Pihak Polres Sumbawa.

“Waktu dekat akan saya lanjutkan kembali. Sudah ada beberapa anak muda yang datang ke saya, mereka minta diajarkan mengolah limbah menjadi barang bernilai,” tandasnya.

Kapolres Sumbawa melalui Kasubag Humas Iptu Sumardi ditemui saat mengunjugi kediaman M. Yudi Raharja di Kapung Panca Warga, Kamis (30/07/2020) menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kesiapan masyarakat khususnya di Kampung Sehat Panca Warga, menyambut edaptasi kebiasaan baru era Covid-19 ini.

Kegiatan tersebut lanjutnya, merupakan bentuk kesiapan masyarakat meningkatkan perekonomiannya melalui kegaitan ekonomi produktif. Dalam hal ini, Polres Sumbawa sangat mendukung.

“Panca Wagra menjadi salah satu Kampung Sehat binaan Polres Sumbawa. Kita sangat mendukung kegaitan semacam ini agar masyakar tetap produkti menuju adaptasi kebiasaan baru,” pungkasnya. (KS/aly)

iklan debat