oleh

Baru Dua Lembaga Survei Terdaftar di KPU Sumbawa

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumbawa, telah membuka pendaftaran lembaga Survei pada Pilkada Sumbawa tahun 2020, sejak tanggal 1 November tahun 2019 lalu. Hingga saat ini, baru dua Lembaga Survei yang mendaftar.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Devisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi KPU Sumbawa, Muhammad Ali, S.IP, Senin (27/07/2020) kepada wartawan di ruang kerjanya.

Diungkapkan, kedua lembaga survei tersebut adalah My Institute dan Kedai Kopi. Keduanya telah mendaftar pada bulan Junuari 2020. Kedua lembaga survei tersebut telah diberikan sartifikasinya pada bulan Februari lalu.

“Untuk pendaftaran Lembaga survei pada Pilkada Sumbawa Tahun 2020 jadi kemarin sudah ada lembaga survei yang sudah menftar pada bulan Januari 2020. KPU Sumbawa sudah berikan sartifikasinya juga pada bulan Februari 2020,” terangnya.

Lanjut Ali, bagi lembaga survei yang telah terdaftar diharapkan untuk melaporkan hasil surveinya secara resmi kepada KPU Sumbawa. Lapornnya tentu dengan objektifitas susuai dengan hasil survei yang dilakukan di lapangan. Ali juga meminta agar lembaga yang telah terdaftar ini, mengutamakan profesionalitas dalam bekerja.

Baca juga:  Demokrat Sumbawa Buka Penjaringan Bakal Calon Kepala Daerah

“Penekanan untuk kedua lembaga yang sudah terdafyar, ketika melaksanakan survei, mohon ada pemberitahuan dan laporan ke kami. Karena dalam hal kondusifitas penyelenggaraan pilkada ini adalah tanggung jawab kami selaku liding sektor. Tentu agar tidak ada hal-hal yang terjadi, seperti opini negatif terkait masalah penyelenggaran pilkada yang disebabkan oleh survei-survei yang dilakukan oleh lembaga survei itu,” harapnya.

Kepada masyarakat, ia menyampaikan bahwa KPU Sumbawa tidak bertanggung jawab terhadap hasil survei yang dilakukan oleh lambaga survei ini. Meski lembaga tersebut telah terdaftar di KPU. Misalnya elektabilitas, popularitas bakal calon. Itu semua adalah domain dari lembaga survei.

Baca juga:  Pengurus Kecamatan Golkar Sumbawa, Resah

“Untuk masyarakat sendiri saya menghimbau, kami tidak bisa bertanggung jawab hasil-hasil lembaga survei, itu domain dari lembaga survei. Urusan hasil survei, masalah elektabilitas, popularitas, siapa yang tinggi dari bakal calon, kami terlepas dari itu. Yang terpenting bagi kita, kelompok yang berkepentingan pada pilkada itu, ada semacam satu pintu dengan KPU Sumbawa. Karena spiritnya KPU Sumbawa dalam melaksanakan pilkada dengan lembaga survei ini ada spirit yang sama adalah meningkatkan pertisipasi pemilih,” pungkasnya. (KS/aly)

iklan bkbpp

Komentar

News Feed