oleh

Masa Pandemi, Hampir Setiap Hari PMI Pulang Kampung

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Ditengah pendemi Covid-19 yang masih mewabah ini, diperkirakan kampir setiap hari terdapat Pekerja Migran Indonesia (PMI) pulang kampung.

“Terkait dengan kepulangan PMI, saat ini hampir setiap hari kita menerima informasi dari kepala Balai Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) yang ada di Mataram. Yaitu hampir setiap hari ada kepulangan PMI,” kata Dr. M Ikhsan Safitri, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinakertrans) Kabupaten Sumbawa, Jum’at (24/07/2020) kepada wartawan di ruang kerjanya.

iklan

Dijelaskan, rata-rata kepulangan PMI tersebut kerena masa kontrak kerjanya habis. Sehingga, secara aturan jika masa kontrak PMI tersebut berkahir, maka harus pulang ke Tanah Air.

“Rata-rata kepulangan PMI ini habis kontrak. Kita tahu bahwa sebelumnya ada informasi dari Kementerian Tenaga Kerja bahwa hampir 38 ribu PMI periode Januiari sampai dengan Juni yang habis kontraknya. Apakah itu dari Malaysia, Taiwan, Hongkong atau Timur tengah habis kontrak sehingga mereka pasti pulang karena aturannya secara normatif kalau PMI habis kontrak misalnya 24 bulan, maka harus pulang. Kalau misalnya mereka ingin melanjutkan lagi dengan berbagai alasan, maka mereka mengurus perpanjangan kontraknya,” jelasnya.

Baca juga:  PD BPR KSB Sangat Siap Mandiri, Pemda Siapkan Tambahan Modal

Khusus di Sumbawa lanjutnya, kepulangan PMI tidak terlalu besar dibandingkan dengan Lombok Timur, Lombok Tengah maupun Lombok Barat. Rata-rata Empat sampai Lima orang per hari. “Di Sumbawa ini termasuk tidak terlalu besar, dibandingkan dengan Lombok Timur, Lombok Tengah, LombokBarat. Mereka sekali pulang ratusan. Kita ada 4 sampai 5 orang per hari,” terangnya.

Mengingat kepulangan mereka di masa pendemi jelasnya, hasil pemantauannya, para PMI ini pulang dalam keadaan sehat. Majikan ataupun perusahaann tidak akan memulangkan PMI jika dalam keadaan tidak sehat. Sebelum dipulangkan, PMI juga telah menjalankan pemeriksaan kesehatan dan dibekali dengan surat keterangan bebas Covid-19. Untuk itu sambungnya, masyarakat tidak perlu khawatir secara berlebihan terhadap kepulangan mereka.

“Sempanjang pemantauan kami rata-rata mereka pulang dalam keadaan sehat. Jadi kita tidak perlu khawatir berlebihan apakah pemulangan ini akan memindahkan masalah Covid-19 ke daerah atau Desa. Kami sampaikan bahwa mereka yang pulang habis kontrak rata-rata pulang dalam keadaan sehat,” paparnya.

“Jangan sampai kepulangan mereka menjadi resistensi mendapat daya tolak karena pandemi. Mereka pulang dalam kondisi aman. Karena majikan atau perusahaan tidak mungkin memulangkan dalam keadaan sakit dalam hal habis kontrak. Lain hal yang kasuistik misalnya sakit. Kalau yang pulang dalam keadaan habis kontrak, mereka dalam keadaan sehat,” lanjutnya.

Baca juga:  Komisi VII DPR RI, Pastikan Pembangunan Smelter Di KSB Bukan Harapan Palsu

Ikhsan menambahkan, hingga saat ini pihaknya mencatat sekitar 300 orang PMI asal Sumbawa masa kerejanya berakhir pada periode Januari hingga Juni 2020 ini. Dari jumlah tersebut, sekitar 200 orang telah pulang ke kampung halamannya.

“Kita kisaran hampir 300, kalau sampai sekarang sekitar 200 yang sudah pulang. Setau saya yang habis kontrak ini tidak ada yang positif Covid-19. Sudah saya sampaikan ke pimpinan dalam hal ini pak Wabup. Saya katakan tidak ada potensi seperti klaster temboro atau lainnya. Kerena sistem pemeriksaannya mereka berlapis. Di perusahaan diperiksa, bandara juga, jadi tidak akan pulang jika tidak sehat,” pungkasnya. (KS/aly)

iklan