oleh

Ratusan Hektare Tanaman Padi Terancam Kekeringan

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Kemarau panjang yang melanda wilayah Sumbawa dan sekitarnya menyebabkan debit air disejumlah bendungan berkurang. Akibatnya, ratusan hektar tanaman padi terancam kekeringan pada Musim Tanam (MT) dua ini.

Kepala Distan Kabupaten Sumbawa melalui Kabid Tanaman Pangan, Syam, S.P, mengatakan, pihaknya mencatat seluas 605 hektare tanaman padi terancam kekeringan. Tanaman padi tersebut tersebar di tiga wilayah kecamatan, yakni, Moyo Hilir, Lape dan Lopok.

iklan kampanye

Khusus di Moyo Hilir, dari luas tanam 1.444 hektare, terancam kekeringan 357 hektare. Sumber airnya dari Daerah Irigasi (DI) Pongal Desa Kakiang. Kemudian Kecamatan Lape dari luas tanam 198 hektare,, terancam kekeringan 98 hektare. Sumber airnya dari DI Bendungan Mamak. Selanjutnya Kecamatan Lopok dari luas tanam 227 hektare, terancam kekeringan 150 hektare. Sumber airnya juga berasal dari DI Mamak.

Baca juga:  Sumbawa Dapat Pasokan Pupuk 4000 Ton

Selain di tiga kecamatan ini, jelasnya, juga terdapat tanaman padi di Empat kecamatan lainnya dalam kategori rawan. Seperti di Kecamatan Moyo Utara, Moyo Hulu, Plampang dan Empang. Tidak menutup kemungkinan jika debit air bendungan terus berkurang, maka akan terancam kekeringan.

Diungkapkannya, sebelumnya, untuk wilayah Moyo Hilir khususnya yang sumber airnya melalui DI Pongal, tidak dianjurkan untuk tanam padi. Kemudian di Kecamatan Lape, beberapa wilayah melanggar pola tanam. Sehingga mengakibatkan tanaman padi terancam kekeringan.

“Sementara berdasarkan pantauan dari tim irigasi, kondisi air di Bendungan Mamak minim. Demikian pula untuk wilayah Lopok sumber airnya juga dari DI Mamak,” terangnya.

Baca juga:  Stok Beras di Gudang Bulog Sumbawa Tertinggi di NTB

Terhadap kondisinya, pihaknya tetap memantau kondisi di lapangan. Termasuk mencari jalan keluar kondisi yang ada. Terhadap lahan yang memiliki sumber air, diupayakan untuk mesin pompa air. Sehingga tanaman padi petani dapat terairi. (KS/aly)