oleh

UNSA Berikan Alat Pengolah Sampah Tanpa Asap untuk Dusun Prajak

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Tim Universitas Samawa (UNSA) melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) melaksanakan kegiatan pengabdian di dusun Prajak melalui transfer teknologi pengolahan sampah.

Kegiatan PKM ini merupakan keberhasilan tim UNSA terdiri dari Dwi Mardhia, M.Sc sebagai ketua tim dan Nanang Tawaf, MT sebagai anggota memenangkan hibah kompetitif nasional yang didanai oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (RISTEK-BRIN).

iklan kampanye

Melalui kegiatan PKM ini, tim UNSA memberikan bantuan Alat Pengolah Sampah Tanpa Asap (APSTA) yang diproduksi sendiri oleh pak nanang selaku dosen Teknik mesin UNSA bersama mahasiswanya.

APSTA merupakan teknologi pengolahan sampah berupa suatu alat atau mesin untuk membakar sampah menggunakan teknologi pembakaran yang didesain sedemikian rupa dengan temperatur tertentu sehingga sisa pembakaran sangat minim.

APSTA mengolah sampah (jenis dan dalam kondisi apapun) dengan cara yang tepat dan efisien, mudah serta ramah lingkungan sehingga sampah terbakar dengan maksimal dan tanpa asap dengan biaya operasional yang murah, pengoperasian dan perawatan yang mudah, sehingga tidak mengalami kesulitan dalam hal pengoperasian dan perawatan unit. Bantuan alat diberikan kepada Pokdarwis Bunga Karang Dusun Prajak.

Baca juga:  Pemanfaatan Teknologi Informasi Dalam Upaya Pemasaran Produk Industri Rumahan

Menurut Dwi Mardhia, M.Sc ketua tim, penggunaan alat pembakar sampah tanpa asap (APSTA) adalah hal yang paling tepat dalam mengatasi permasalahan terkait penanganan sampah di pesisir salah satunya di Dusun Prajak Desa Batu Bangka.

Sebab kata dia, dengan alat tersebut tidak ada asap yang mencemari lingkungan, abu hasil pembakaran dan asap cair dapat dimanfaatkan untuk pembuatan kompos, pupuk cair dan pestisida.

“Semoga kegiatan dapat berjalan lancar dan hasil yang diharapkan sesuai dengan harapan,” harapnya.

Ketua pokdarwis Asrul Mardani mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih atas bantuan tersebut. Bantuan tersebut lanjutnya, sangat membantu dalam mengatasi permasalahan sampah di Prajak.

Baca juga:  Bupati Sumbawa Apresiasi BAKTI Kemkominfo

“kami sangat bersyukur dan terbantu dengan adanya bantuan APSTA dari tim UNSA karena akan sangat membantu kami dalam mengatasi permasalahan sampah di Prajak. Ini baru aksi nyata kepedulian dan partisipasi perguruan tinggi dalam membantu pemecahan masalah di Prajak,” ungkapnya.

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan pada hari Minggu tanggal 12 Juli 2020 sekaligus kegiatan pengoperasian dan perawatan APSTA. Kegiatan selanjutnya yang akan dilakukan tim UNSA adalah pelatihan pembuatan kompos, pupuk cair dan pestisida dari hasil olahan APSTA yang akan dilaksanakan pada hari kamis tanggal 16 Juli serta kegiatan pendampingan. (KS/aly)