oleh

PEKERJA SENI “SERING TERDEPAN UNTUK TERLUPAKAN”

Oleh : Lilis Suryani (Mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan, UNSA)

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Merebaknya wabah corona sejak awal awal tahun 2020 bahkan akhir tahun 2019 lalu,memberi pengaruh yang sangat besar bagi sector perekonomian bangsa. Akan terlihat serius dan signifikan jika dilihat dari sisi global ekonomi Indonesia, Karena berdampak pada lesunya perdagangan dalam dan luar negeri. Yang paling jelas terasa ialah bagi sector UMKM, usaha rumahan, toko, kios dan ritel-ritel lainnya. Daya beli masyarakat yang kian menurun karena perputaran uang yang semakin minim, membuat usaha-usaha kecil dan menegah nyaris lumpuh.

iklan kampanye

Belum lagi, aturan-aturan yang terus berubah membuat kebimbangan, kebingungan, dan serba ketidakjelasan bagi pelaku usaha kecil dalam bertindakdan memutar strategi agar tetap bisa bertahan di tengah dampak tekanan akibat pandemic ini.

Salah satu mata pencaharian yang tak kalah kuat terdampak covid19 dan kerap terabaikan adalah pekerja seni. Pekerja seni meliputi usaha dekorasi, MC, usaha kesenian taridan music,serta EO (Event Organinizer) dan sejenisnya menjadi berbagai jenis usaha yang terdampak besar sekali terhadap kejadian wabah corona di negeri kita, NTB juga Sumbawa secara khusus.

Baca juga:  Pudarnya Penggunaan Bahasa Indonesia Dikalangan Remaja

Seperti yang dialami oleh salah satu pekerja seni, saudara NM, yang memiliki usaha dekorasi pengantin dan hajatan, sekaligus juga pemilik sanggar seni music dan tari serta tata rias. Selain itu, NM juga dikenal sebagai pelaku seni dengan segudang prestasi tingkat Kabupaten, Provinsi bahkan Tingkat Nasional di Jakarta. Salah satunya sebagai penata tari dan penata rias terbaik tingkat Nasional tahun 2016 di TMII Jakarta. NM mengaku, dalam setahun rata-rata mampu menghandle dekorasi dan tata rias pengantin kurang lebih seratusan even local maupun interlokal. Rata hingga 10 event dalam sebulan apalagi jika memasuki musim nikah sebelum bulan puasa atau setelah idul fitri dan setelah idul adha atau jelang musim penghujan.

Nah..selama pendemi yang lebih kurang 6 bulan ini, omzet menurun drastis sangat jarang yang menggunakan jasanya kalaupun ada itu hanya sebatas prosesi akad nikah biasa saja yang dihadiri tidak kurang dari sepuluh orang saja tidak ada prosesi nyorong,brodak,resepsi,dan lain-lain seperti biasanya dengan omzet cukup tinggi.

Selain itu, sebelum pandemic terjadi, banyak sekali yang menggunakan jasanya untuk melatih dan membawa anak-anak asuhannya untuk menampilkan seni tari dan seni music untuk mengisi acara terntentu. Sekarang, sudah tidah ada lagi. Karena pemberlakuan PSBB sehingga tidak memungkinkan menyelengarakan event-event yang mengumpulkan banyak orang.

Baca juga:  Partai Politik Indonesia

Selain itu beberapa pekerja seni lainnya MC (Master of Ceremony) yang kerap muncul mengisi acara-acara formal maupun non formal. Saat ini, sudah sangat sepi job. Dekorasi, tata rias, MC, Catering, EO dan WO, Soud system menjadi satu paket pada acara-acara seperti pernikahan, Upacara Adat, dan lain-lain. Saat ini bisa di hitung jari, itupun dalam pengawasan dan jumlah yang sangat terbatas.

Meski demikian, para pekerja seni ini tetap patuh pada aturan PSBB yang diterpkan oleh pemerintah , menjaga jarak aman,mencuci tangan sesering mungkin, asupan nutrisi yang cukup dan selalu menjaga daya tahan tubuh dengan selektif. Besar harapan para pekerja seni, agar pemerintah juga nantinya memberi prioritas kepada pekerja seni membantu dalam membangkitkan kembali gliat usaha lainnya yang senada dan sesuai keahlian agar dapat kembali mengumpulkan pundi-pundi untu keluarganya. (KS)