oleh

Dikbud Sumbawa Siapkan Konsep Belajar Jika Situasi Covid-19 Mulai Membaik

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa tengah menyiapkan konsep tentang metode pembelajaran jika situasi mulai membaik atau angka Covid-19 mengalami penurunan drastis. Meskipun tidak senormal belajar sebelumnya, namun metode ini diharapkan mampu menjalankan kegiatan belajar mengajar secara langsung.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa, H. Sahril, M.Pd mengatakan, jika dari pertimbangan yang ada memungkinkan, sekolah akan diaktifkan kembali dengan sistem uji coba. Yaitu bagi sekolah yang paling memungkinkan menerapkan sistem on-off. Misalnya satu kelas memiliki 32 siswa, maka akan dibagi dua dengan cara masuk atau dijadwalkan bergantian untuk menjaga fisical distancing.

“Kalau itu sudah mulai ada penurunan angka sampai dengan teknis diatur. Karena kita harus punya komunikasi dengan orang tua. Contoh kita harus memastikan anak itu datang diantar naik apa, transportasi pakai apa. Kita tidak inginkan pakai transportasi umum untuk mengantisipasi,” terangnya kepada wartawan, Selasa (26/5) di ruang kerjanya.

Baca juga:  Produksi Pakan Ternak Alternatif, SMK Al-Kahfi Gaet PT Dupont Indonesia Pioneer

Dalam waktu dekat lanjut Haji Sahril, pihaknya juga berencana melakukan evaluasi terkait pelaksanaan pembelajaran dari rumah selama pandemi Covid-19 ini. Tidak hanya kepada kepala sekolah dan guru, tetapi mengevaluasi sampai siswa. Khusus dengan siswa, pihaknya akan mengadakan acara bincang-bincang melalui video conferens. Karena pihaknya juga ingin memperoleh informasi dari siswa mengenai keluh kesahnya terkait pola pembelajaran.

“Ini bagian dari evaluasi kita terhadap seluruh proses pembelajaran di rumah selama ini,” jelasnya.

Dalam surat edaran yang disampaikan sebelumnya, pihaknya sudah meminta setiap guru, kepala sekolah dan dan pengawas membuat laporan secara tertulis kepada kepala dinas yang diatur secara berjenjang tentang pelaksanaan proses pembelajaran. Di mana setiap guru harus mempunyai laporan yang disampaikan kepada kepala sekolah yang selanjutnya menyampaikan laporan dari guru. Karena ada banyak hal yang ingin diperoleh, terutama masukan penting dari guru mengenai proses belajar. Karena bisa saja ada proses belajar yang terbarukan dari guru di lapangan yang selama ini belum terpikirkan. Selain itu pihaknya juga tidak menginginkan adanya guru yang memanfaatkan situasi untuk tidak melaksanakan tugas

Baca juga:  Diterjang Banjir, SMPN 4 Labuan Badas Diliburkan

“Makanya laporannya berjenjang ini penting dilakukan,” tukasnya.

Yang tidak kalah penting, pihaknya juga ingin mendengarkan tanggapan serta keluh kesah orang tua selama pembelajaran di rumah.

“Bagaimana pelayanan guru terhadap orang tua, saya ingin mendapat masukan. Sehingga nanti ketika ada masukan yang baru dan baik kita akan terapkan. Jika ada yang masih kurang juga akan terus dievaluasi,” pungkasnya. (KS/aly)

iklan bkbpp

News Feed