oleh

Hasil Swab 22 Tenaga Kesehatan di RSMA Negatif Covid-19

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Beberapa waktu lalu sebanyak 22 tenaga kesehatan di Rumah Sakit HL Manambai Abdulkadir (RSMA)  harus diistirahatkan dan dilakukan uji swab, karena memiliki kontak erat dengan pasien positif Covid-19.

Hasilnya, 22 tenaga kesehatan tersebut dinyatakan negatif Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan sempel swabnya di Laboratorium STP Sumbawa. Sehingga, mereka sudah bisa bekerja kembali.

“Hasilnya negatif semua. Sudah mulai bisa bekerja kembali. Mereka di swab karena kemarin ada pasien asal Lape, dari awal rujukan tidak terkonfirmasi Covid, setelah datang kami pun tidak siap dengan penanganan covid, karena kami mengira bukan covid,” kata Direktur RSMA dr. Arindra Kurniawan, Selasa (12/05/2020) di Sumbawa.

“Setelah kita periksa dan melakukan pemeriksaan rontgen, kemudian terdiagnosa peneumoni bilateral. Ini adalah salah satu tanda Covid-19. Begitu terdapat peneumoni bilateral langsung kita masukan dalam PDP dan pada saat itu baru pake APD lengkap. Sehingga tenaga medis inilah yang kita sebanyak 22 kita swap apakah tertular atau tidak,” jelasnya.

Baca juga:  Apa itu psoriasis?

Dikatakan, 22 tenaga kesehatan tersebut terdiri dari petugas IGD, Perawat, Dokter, hingga Tenaga Analis. Saat itu, mereka menangani PDP asal laper tersebut tanpa menggunakan APD khsusu penangana pasein covid-19.

“Karena pas wasuk, pasien tersebut tidak menunjukan gejala Covid-19. Kita khawatir karena tidak pakai APD lengkap khusus penanganan Covid-19. Kerena penanganan pasien covid-19, APD minimal level 3 bukan APD biasa. Makanya kami swab ternyata negatif. Hasilnya kemarin,” terangnya.

Atas kejadin ini, ia berharap agar koordinasi antara fasilitas kesehatan harus lebih baik lagi. Terutama di Puskesmas. Menurutnya, Puskesmas seharusnya memberikan konfirmasi terlebih dahulu penyakit yang diderita oleh pasien dan penyakit tersebut mengarah kemana,

Baca juga:  Penanganan Dampak Pandemi Covid -19 Dalam Perspektif Islam

“Sebenarnya ini salah satu bentuk koordinasi yang harusnya bagus antara fasilitas kesehatan di terutama di Puskesmas, karena kami terima rujukan dari puskesmas. Merujuk harus terkonfirmasi dulu penyakitnya apa dan mengaraha ke mana. Nah ini kan bahasa kecolongan menurut saya, ada pasein harusnya pada masa pendemi ini paling tidak kita harus curiga, apakah pasien ini covid atau tidak. Sebaiknya kita lebih waspada,” pungkasnya. (KS/aly)

iklan bkbpp

News Feed