oleh

Dikbud Sumbawa Pastikan Penggunaan Dana BOS untuk Covid-19

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Peraturan Menteri Pendidikan (Permendikbud) nomor 19 tahun 2020 Perubahan Atas Permendikbud nomor 8 tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah tahun 2020, mengatur penggunaan Dana BOS untuk Penanganan Pencegahan Covid-19.

Untuk memastikan penerapannya di sekolah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa melakukan sosialiasi dan evaluasi. Hal tersebut dilakukan, untuk agar sekolah penerima Dana BOS, tidak ragu menggunakan bantuan tersebut untuk penanganan pencegahan Covid-19 di Lingkungan sekolah masing-masing.

“Jadi agar supaya sekolah tidak ragu lagi untuk melaksanakan kegiatan itu karena regulasinya jelas. Sehingga kami dalam dua minggu kemarin melaksanakan sosialisasi dibeberapa wilayah yang terpusat di Kecamatan,” Kata Ir. Surya Darmasya, Sekretaris Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa, yang juga Menajer BOS.

“Itu kami lakukan karena selain pengecekah terhadap Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS). Kami juga memastikan bahwa apa yang harus dilakukan dalam perubahan RKAS itu jelas. Ada beberapa sekolah yang sudah melaksanakan dan itu yang kami apresiasi,” lanjutnya.

Baca juga:  Mahasiswa UTS Kembali Wakili Sumbawa Keajang Pemilihan Duta Genre Tingkat Provinsi
Sekretaris Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa Ir. Surya Darmasyah selaku Manajer BOS. didampingi Kasubag Urusan Perbantuan, Mohammad Husnul Alwan, S.Ag, melakukan kegiatan sosialisasi dan evaluasi penggunaan BOS untuk penanganan Covid-19 di sekolah

Dikatakan, dalam Permendikbud 19 tahun 2020 tersebut diatur beberapa ketentuan penggunaan Dana BOS untuk penanganan Covid-19 oleh sekolah. Diantaranya, memungkinkan sekolah memberikan bantuan pulsa paket kepada guru dan siswa, guna mendukung sistem pembelajaran Daring (Dalam Jaringan).

“Kegitaan yang berubah adalah sistem pembelajaran Daring, yaitu memungkinkan sekolah itu memberikan bantuan paket pulsa kepada guru dan murid. Dan kalau misal anak tidak punya hp, maka hp orang tuanya, itu diberikan per bulan agar proses belajar mengajar itu tidak stagnan. Jika siswa tidak memiliki hp android maka memberikan pulsa biasa agar bisa digunakan dalam bentuk SMS dan Telepon,” jelasnya.

Kemudian lanjutnya, diwajiban melakukan pemeblian Disinfektan berserta tabung semprotnya dan upah tenaga penyemrotanya. Kemudian, pengadaan masker untuk guru dan siswa sesuai kebutuhan sekolah masing-masing.

Tidak kalah penting juga sambungnya, diharapkan sekolah memiliki tempat cuci tangan permanan, agar tetap bisa menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) meski nantinya Corona telah berakhir.

“Ini yang kemarin selama dua minggu kami pastikan harus. Jangan sampai ragu karena regulasinya sudah jelas. Karena banyak sekali kegitan yang ditiadakan dan anggarannya bisa digunakan untuk penanganan covid-19,” terangnya.

Baca juga:  Tingkatkan Kedisiplinan, Siswa Dilatih Menjadi Pocil

Ia menambahkan, pencairan Dana BOS tahap pertama sebesar 30 persen telah selesai dilakukan. Untuk tahap ke dua sebesar 40 persen akan dilakukan pada bulan Juni mendatang. Untuk itu, Dikbud Sumbawa meminta agar sekolah segera melakukan revisi RKAS sebagai syarat pencariannya.

Kegaitan yang ditiadakan bisa diganti dengan program lain seperti penanganan Covid-19. Maka kami ingatkan, jika tetap memprogramkan kegiatan yang tidak dilaksanakan, maka dananya dikembalikan. Sehingga secepatnya dilakukan revisi. Sejauh ini sudah banyak yang sudah mengajukan revisi,” pungkasnya. (KS/aly)

iklan bkbpp

News Feed