oleh

Dikbud Sumbawa Bakal Evaluasi Kegiatan Belajar di Rumah

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Pendemi Corona (Covid-19) yang melandah sebagain besar Dunis, termasuk Tanah Air, mengakibatkan aktivitas pembelajaran terpaksa di pindahkan ke rumah masing-masing dan dilakukan secara Daring (Dalam Jaringan).

Khusus di Kabupaten Sumbawa, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) setempat telah menerapkan home learning (belajar di rumah) sejak Selasa 17 Maret 2020 lalu.

Dalam waktu dekat, Dikbud Sumbawa akan melakukan evaluasi terhadap kegiatan dimaksud guna memastikan sejauh mana efektifitas kegiatan tersebut dilaksanakan oleh masing-masing guru.

Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa melalui Kasi Kurikulum dan Penilaian SD, Mukhlis S.Pd mengatakan, Dikbud Sumbawa tengah menyiapkan Form Pemantauan Bejaran dari Rumah sebagai alat evaluasinya. Form ini nantinya akan diberikan ke masing-masing sekolah untuk ditindaklanjuti.

“Fungsi kontrol kita dalam bentuk pemantauan dinas, kita akan evaluasi melalui form pemantauan belajar dari rumah yang akan kita bagikan. Sejauh mana keterlaksanaannya. Tadi kami sudah godok bersama Kasi Kurikulum SMP, Pak Sudarli yang diberikan tugas oleh Pak Kadis untuk menggodok formatnya. Dan sudah kita temukan tadi. Nanti hari senin kita serahkan ke Pak Kadis kita diskusikan kembali, baru nanti kita bakukan. Setelah baku baru kita sampaikan ke sekolah. Sekolah nanti menindaklanjuti itu,” ungkapnya kepada wartawan, Jum’at (9/5).

Baca juga:  Laznas BSM Bantu SMK Al-Kahfi Sumbawa

Dalam format yang dirancang tersebut, jelasnya, mengenai kondisi pengajaran di tengah wabah Covid-19 saat ini. Dimana nantinya pihak sekolah dapat menyampaikan gambaran nyata di lapangan. Baik kendala yang dialami, penunjang yang digunakan, hingga inovasi yang berhasil diterapkan.

“Dari form ini guru bisa berani menceritakan real yang dialami. Baik itu kendala dan cara pengatasannnya. Sehingga hal ini yang diharapkan. Potensi yang ada di wilayah itu, siapa tau bisa juga digunakan di daerah yang lain. Karena inovasi lahir disini, dalam keterbatasan, sehingga mampu keluar dari permasalahan,” jelasnya.

Setelah hal itu disampaikan, lanjutnya, maka pihaknya akan merumuskan kebijakan baru. Seperti adanya pembenahan atau berbaikan dan pengembangan terhadap proses belajar yang selama ini sudah dan sedang berproses dari rumah masing-masing.

Baca juga:  FKIP UNSA Lakukan Reakreditasi Program Studi

“Nanti dari bulan Maret sampai April kita terima laporannya. Bulan Mei ini paling lambat kita terima tanggal 15 laporan dua bulan itu sudah masuk. Baru nanti bulan depannya kalau memang cCvid ini terus, tidak ada menunjukan perubahan yang membaik maka proses belajar di rumah akan tetap berlangsung. Untuk itu setiap bulannya akan kita tunggu laporan yang sama setiap tanggal 5 nanti. Laporan itu menjadi masukan, apakah itu menjadi kebijakan perbaikan atau pengembangan,” pungkasnya. (KS/aly)

News Feed