oleh

Covid -19 VS Puasa Ramadhan

KabarSumbawa.com – Peredaran virus corona atau sering disebut dengan Covid-19 tampaknya belum menunjukkan tanda – tanda akan berakhir hingga masuknya bulan suci Ramdhan.

Guna menanggulangi dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Pemerintah mulai pusat, provinsi, kabupaten/kota hingga desa membentuk gugus tugas penanggulangan dan berbagai aksi dan langkah-langkah kebijakannya.

Adapaun kebijakan anjuran pemerintah tersebut yaitu menghindari kerumunan, jaga jarak, larangan mudik, selalu pake masker, dan membiasakan cuci tangan.

Tibanya bulan suci Ramdahan dalam hal ini memiliki kesamaan dengan kondisi pandemi covid-19 yaitu sama – sama mampu menderita, menahan diri untuk stay safe at home, belajar dari rumah, bekerja dari rumah dan kalaupun terpaksa selalu memakai masker dan cuci tangan. Ketaatan menahan diri adalah sejatinya hakekat ibadah puasa dan juga upaya penanggulangan covid-19. Sehingga dalam sebulan puasa Ramdhan ini kita berharap si covid segera berlalu dari bumi ini.

Berpuasa di bulan Ramadan saat pandemi virus corona atau COVID-19 membuat segelintir orang khawatir terkait daya tahan tubuh atau imunitas. Mereka khawatir berpuasa nantinya bisa melemahkan sistem imun sehingga berdampak pada mudahnya terpapar COVID-19. Namun, anggapan itu justru keliru.

Sejumlah ahli telah mengungkapkan bagimana hubungan puasa dengan kekebalan tubuh atau sistem imun.

Ahli gizi dari Universitas Gadjah Mada ( UGM) Yogyakarta, R Dwi Budiningsi menyebut puasa yang benar dapat memperbaiki jaringan – jaringan sel yang rusak. Dengan berpuasa selama 30 hari bisa merangsang produksi sel – sel darah putih baru. Hal itu yang kemudian mampu mendasari regenerasi seluruh sistem kekebalan tubuh.

Kemudian dikatakan juga oleh Shelton dalam bukunya tentang puasa, “Le Jeunu”, dan riset yang dilakukan oleh Lutzner H. dalam bukunya yang berjudul “Kembali Hidup Sehat dengan Puasa” yang diterjemahkan oleh dokter Thahir Ismail.

Salah satu manfaat puasa yang terkutip dikarynya, yaitu Puasa adalah tehnik pengobatan yang manjur dan paling sedikit resikonya dalam mengobati berbagai macam penyakit yang terus berkembang.

Puasa meringankan beban dalam sistem sirkulasi yaitu suatu sistem organ yang berfungsi sangat penting dalam mempertahankan hidup. Fungsi utamanya adalah menghantarkan oksigen dan nutrisi ke semua sel, serta mengangkut zat buangan seperi karbon dioksida.

Baca juga:  Polres Sumbawa Sediakan Fasilitas Vidio Call Untuk Tahanan

Dr. ‘Abdul Jawwad As-Shawi dari Lembaga Pengkajian Mukjizat Ilmiah dalam Al-Qur’an dan As-sunnah mengatakan ketika berpuasa, maka akan terjadi dua peristiwa penting dalam tubuh. Pertama, rekonstruski (penyusunan) sel-sel tubuh, bahwa zat asam amino membentuk infra struktur sel-sel tubuh. Pada saat berpuasa, asam-asam yang baru terbentuk dari makanan ini berkumpul dengan asam-asam hasil proses pencernaan.

Pada saat puasa, pembentukan sel-sel dilakukan kembali setelah proses-proses percernaan, kemudian didistribusikan sesuai dengan kebutuhan sel-sel tubuh. Dengan demikian, terbentuklah gugus-gugus baru untuk sel-sel, yang merenovasi strukturnya dan meningkatkan kemampuan fungsionalnya, sehingga menghasilkan kesehatan, pertumbuhan, dan kenyamanan bagi tubuh manusia.

Puasa Islam merupakan satu-satunya sistem gizi yang paling ideal untuk mereparasi (memperbaiki) kemampuan fungsional hati, dimana puasa memberinya banyak zat asam lemak dan asam amino dasar dalam rentang waktu antara buka puasa dan makan sahur, sehingga terbentuklah gugus-gugus protein, lemak, kolestrol, dan zat-zat lain untuk pembentukan sel-sel baru dan membersihkan sel-sel hati dari lemak yang berkumpul di dalamnya setelah makan selama siang hari berpuasa, dengan demikian mustahil hati akan mengalami kerusakan, karena pengerasan hati (cirrhosis hepatasis) atau gangguan pada fungsi-fungsinya disebabkan tidak terbentuknya zat pengangkut lemak darinya, yaitu lemak yang berkepadatan sangat rendah, yang pembentukannya bisa dihambat dengan lapar atau banyak mengkomsumsi makanan yang kaya lemak.
Kita bisa mengambil kesimpulan yang pertama yaitu puasa memiliki peran efektif untuk memelihara aktivitas dan fungsi-fungsi sel hati, untuk kemudian sangat berpengaruh dalam percepatan pembaharuan sel-sel hati dan semua sel-sel tubuh.

Kedua, pembersihan tubuh dari racun, pada saat berpuasa, lemak-lemak yang disimpan dalam tubuh dalam jumlah besar dipindahkan ke hati sehingga dioksidasi dan dimanfaatkan oleh hati. Dari proses ini dikeluarkanlah racun- racun yang meleleh di dalamnya, kandungan racunnya dimusnahkan, kemudian dibersihkan bersama kotoran-kotoran tubuh. Pada saat puasa, aktivitas sel-sel ini berada di puncak kemampuannya untuk melaksanakan fungsi-fungsinya, maka ia memakan bakteri yang sebelumnya telah diserang oleh antibody secara serentak Oksidasi adalah peristiwa pelepasan elektron, baik melibatkan oksigen ataupun tidak

Dari penjelasan diatas menunjukkan bahwa Puasa Ramadhan menjadi hal yang penting dipahami manfaatnya. Apalagi jika dilakukan secara ikhlas dan disertai kepercayaan dan pengetahuan yang memadai tentang manfaat pelaksanaan puasa bagi kesehatan tubuh, khususnya dalam memperbaiki jaringan – jaringan sel yang rusak. Dengan menjalankan puasa, berarti suatu aktivitas fisik dan biologis, usaha untuk mengatur dan memperbaiki metabolisme tubuh. Hal ini dapat dimengerti, karena pelaksanaan puasa mengajarkan dan melatih tubuh secara disiplin untuk makan dan minum secara tidak berlebihaan dan mengatur kuantitas dan kualitas makanan yang dikonsumsi.

Baca juga:  Akulturasi Bahasa Asing dan Bahasa Indonesia Era Milennial

Dengan demikian, maka puasa akan memberi manfaat kesehatan bagi orang yang menjalankannya. Bepuasa akan melatih seseorang untuk hidup teratur dan disiplin serta mencegah kelebihan makan.
Duel covid-19 vs puasa Ramadan yang sedang berlangsung saat ini justru bisa menjadi benteng alami yang ampuh melawan covid-19. Dari kejadian musibah yang menimpa negeri ini sepatutnya umat Islam untuk memetik hikmah dan menyongsong Ramadan yang lebih positif.

Melalui ibadah puasa Ramadhan sebulan penuh seyogyanya umat islam mendekatkan diri kepada Allah SWT, mengakui akan betapa lemahnya kita sebagai mahluk dan betapa kuasa dan perkasanya sang pencipta.

Ritual ibadah sebulan penuh ini seperti puasa, sholat, baca Al-qur’an, jeritan dan air mata do’a umat islam semoga dapat menjadi solusi segera berlalunya pandemi covid-19. Mari terus berdoa dibulan puasa ini agar kehidupan kita menjadi normal,Bukan kan Rasullah SAW bersabda “tiga kelompok yang tidak akan ditolak do’anya yaitu orang yang berpuasa hingga ia berbuka, imam yang adil dan orang yang didzalimi” HR Ahmad dan Tirmizi.

Teruslah berdoa, baca Al-Qur’an, sisihkan rezeki untuk membantu mereka yang kesulitan baik dari fakir miskin maupun yang sedang terinfeksi covid-19 agar beban mereka diringan,semoga kita bisa bercengkrama dengan keluarga tercinta yang dekat maupun jauh.

Edi Irawan
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Teknologi Sumbawa
CP: 085333017258
email: [email protected]

News Feed