oleh

Rapid Test, 29 Orang Tenaga Kesehatan di NTB Reaktif

-Kesehatan-102 views

Mataram, Kabarsumbawa.com – Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si, mengatakan, bahwa telah dilakukan pemeriksaan dengan metode Rapid Diagnostic Test (RDT) terhadap Populasi berisiko di NTB.

Populasi beresiko dimaksud adalah, Tenaga Kesehatan, Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Orang Tanpa Gejala (OTG), serta Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG).

iklan

Hasilnya, sebanyak 1.021 tenaga kesehatan telah diperiksa dengan hasil reaktif 29 orang (2,8%). 1.564 ODP/OTG diperiksa dengan hasil 75 orang (4,8%) reaktif. 3.129 PPTG dan OTG perjalanan Gowa Makassar diperiksa dengan hasil 523 orang (16,7%%) reaktif. Serta PPTG dan OTG perjalanan Bogor dan Jakarta diperiksa 438 orang dengan hasil 22 orang (5%) reaktif.

“Semua orang dengan hasil RDT reaktif dilanjutkan pemeriksaan swab sebagai standar pemeriksaan laboratorium untuk penegakan diagnosa Covid-19,” kata Lalu Gita dalam Press Release, yang diterima media ini, Rabu (06/05/2020).

Disisi lain, ia juga menyampaikan, hingga Rabu 06 Mei 2020, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 648 orang dengan perincian 420 orang (65%) PDP masih dalam pengawasan, 228 orang (35%) PDP selesai pengawasan/sembuh, dan 16 orang PDP meninggal.

Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 5.148 orang, terdiri dari 567 orang (11%) masih dalam pemantauan dan 4.581 orang (89%) selesai pemantauan. Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 3.739 orang, terdiri dari 2.105 orang (56%) masih dalam pemantauan dan 1.634 orang (44%) selesai pemantauan.

Sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 54.452 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 7.724 orang (14%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 46.728 orang (86%).

“Seluruh masyarakat dihimbau untuk selalu disiplin dan patuh terhadap protokol pencegahan Covid-19. Dibutuhkan kerja sama dan gotong royong seluruh elemen masyarakat untuk dapat memutus mata rantai penularan virus corona, terutama untuk melindungi orang-orang terdekat kita serta kelompok masyarakat rentan, yaitu kelompok masyarakat lanjut usia, masyarakat yang memiliki penyakit kormobid dan penyakit kronis serta kelompok bayi dan balita,” harapnya. (KS/aly)